https://jember.times.co.id/
Berita

Terendam Banjir, Dapur MBG di Jember Berhenti Beroperasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:33
Terendam Banjir, Dapur MBG di Jember Berhenti Beroperasi Petugas SPPG Semeru melakukan pembersihan pasca banjir. (Foto: M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

TIMES JEMBER, JEMBER – Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Semeru mengumumkan penghentian operasional sementara guna melakukan pembersihan total dan sterilisasi area produksi pascabanjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap standar keamanan pangan (food safety) bagi ribuan penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

​Kepala Dapur SPPG Semeru, Dwi Aprilia, menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memastikan seluruh ekosistem dapur kembali higienis.

Meskipun struktur bangunan dan mayoritas peralatan masak utama dalam kondisi aman, terdapat sejumlah peralatan distribusi yang terdampak langsung oleh air banjir.

​"Kami sedang membereskan dapur dan melakukan sterilisasi peralatan. Ada beberapa alat makan atau ompreng yang setelah kami evaluasi sudah tidak layak pakai akibat terendam, sehingga kami putuskan untuk dibuang dan diganti dengan yang baru," ujarnya ke sejumlah awak media, Jumat (30/1/2026).

​Pihak manajemen menargetkan proses pemulihan ini selesai dalam waktu dekat.

Jika seluruh tahapan sterilisasi berjalan sesuai rencana, operasional memasak dan distribusi diprediksi akan kembali normal pada hari Senin atau Selasa depan.

​Musibah banjir ini juga memicu evaluasi mendalam mengenai kelayakan lokasi dapur saat ini yang dinilai memiliki risiko hidrologi tinggi.

Dalam tinjauan lapangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Helmi Luqman bersama Satgas Kabupaten dan Kecamatan memberikan rekomendasi untuk memindahkan titik dapur ke lokasi yang lebih representatif dan aman dari risiko bencana.

​"Ada rekomendasi untuk pemindahan titik dapur. Urusan teknis relokasi ini sudah dikoordinasikan dengan pihak Yayasan dan saat ini sedang dalam pendampingan tim terkait agar lokasi baru nantinya memenuhi seluruh standar operasional," tambah Helmi.

​Selain faktor keamanan bencana, Helmi menjelaskan bahwa relokasi ini juga bertujuan untuk mempercepat pemenuhan administrasi perizinan, termasuk Sertifikat Layak Sehat (SLS) yang saat ini masih dalam proses pengurusan.

​Meskipun terjadi kendala teknis, SPPG Semeru menegaskan bahwa hak penerima manfaat tidak akan dialihkan ke pihak lain.

"Seluruh tanggung jawab penyaluran tetap berada di bawah kendali SPPG Semeru dengan penyesuaian jadwal yang telah dikomunikasikan," ungkap Dwi.

​Saat ini, SPPG Semeru melayani kebutuhan gizi bagi Sebanyak 2.800 jiwa, termasuk siswa dan tenaga pendidik. Dengan ​jangkauan meliputi 18 titik sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. (*)

Pewarta : M Abdul Basid
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jember just now

Welcome to TIMES Jember

TIMES Jember is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.