https://jember.times.co.id/
Berita

Satgas MBG Sidak SPPG Sumbersari usai Viral Menu Mini Sate dan Lontong

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:37
Satgas MBG Sidak SPPG Sumbersari usai Viral Menu Mini Sate dan Lontong Tim Satgas MGB Jember saat sidak pada salah satu Dapur SPPG di Sumbersari. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)

TIMES JEMBER, JEMBER

Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Jember bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait porsi makanan yang dianggap tidak memenuhi standar gizi di salah satu Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMB).

Langkah ini diambil melalui inspeksi mendadak (sidak) dan audiensi langsung dengan pihak pengelola dapur untuk memastikan kualitas layanan bagi anak sekolah tetap terjaga.

​Menanggapi video viral yang memperlihatkan menu "satu tusuk sate dan lontong", pihak pengelola dapur secara terbuka mengakui adanya kesalahan teknis yang terjadi di lapangan.

Dalam keterangannya, pengelola menjelaskan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh miskomunikasi internal antara tim dapur, ahli gizi, dan relawan yang bertugas mendistribusikan makanan.

​"Jumlah yang seharusnya didistribusikan tidak tepat. Berdasarkan rencana menu, seharusnya setiap porsi mendapatkan tiga tusuk sate, namun karena kesalahan koordinasi, hanya satu tusuk yang terdistribusi ke beberapa siswa," ungkap Kepala Dapur SPPG Sumbersari Putri Maulidya, Jumat (30/1/2026).

Putri menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku di gudang sebenarnya mencukupi, sehingga kekurangan porsi tersebut akan diganti pada jadwal distribusi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

​Satgas MBG juga memberikan klarifikasi mengenai simpang siur anggaran per porsi yang beredar di masyarakat.

Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) resmi, terdapat dua kategori anggaran.

​Menu Kecil sebesar Rp8.000 per porsi. ​Menu Besar Sebesar Rp10.000 per porsi.

​Mengenai keluhan ketiadaan buah, pihak SPPG menjelaskan bahwa pada hari kejadian, menu buah telah diganti dengan susu segar.

Namun, terdapat kendala komunikasi dengan pihak sekolah yang sempat menolak kiriman susu tersebut, sehingga susu dibawa kembali ke dapur dan tidak sampai ke tangan siswa.

​Satgas MBG Kabupaten Jember Ahmad Helmi Luqman menyatakan telah memberikan teguran serta pembinaan keras kepada pengelola SPMB agar lebih disiplin dalam pengawasan kualitas (quality control).

Untuk mencegah kejadian serupa, Satgas MBG akan menerapkan beberapa kebijakan baru.

​"Kami akan melibatkan Muspika (Camat, Danramil, Kapolsek) serta Kepala Puskesmas di setiap kecamatan untuk memantau distribusi harian secara langsung. Dimana Setiap dapur SPMB diwajibkan mengunggah foto menu makanan yang akan disajikan setiap harinya sebagai bentuk transparansi publik," ungkap Helmi.

​Ia mengatakan bahwa ahli gizi diwajibkan hadir lebih awal untuk memastikan setiap porsi yang keluar dari dapur telah sesuai dengan standar nutrisi dan jumlah yang ditentukan.

​"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem agar program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan anak-anak di Jember," tutup perwakilan Satgas. (*)

Pewarta : M Abdul Basid
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jember just now

Welcome to TIMES Jember

TIMES Jember is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.