TIMES JEMBER, JEMBER – Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kabupaten Jember menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sebagai momentum krusial untuk memperkuat struktur organisasi dan merumuskan ulang strategi koperasi di tengah dinamika ekonomi global.
Forum tertinggi tingkat daerah ini menjadi tonggak sejarah bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada inovasi teknologi dan integritas kepemimpinan.
Penyelenggaraan Musda kali ini mengusung misi besar: membawa koperasi di Jember naik kelas melalui penyelarasan program kerja dengan visi pemerintah pusat, khususnya dalam penguatan Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel).
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan koperasi saat ini berdiri di persimpangan jalan.
Untuk tetap relevan, koperasi harus mampu menaklukkan tiga tantangan utama yang ia sebut sebagai determinan keberlangsungan organisasi.
"Mendorong adopsi teknologi informasi secara menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi tata kelola. Dengan adaptasi regulasi yang Memastikan seluruh entitas koperasi patuh dan tangkas terhadap perubahan payung hukum serta kebijakan pemerintah yang dinamis," ujar Slamet, Selasa (20/1/2026).
"Serta emperkuat posisi tawar koperasi agar mampu bersaing secara sehat dan sejajar dengan badan usaha lain seperti BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Karena Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita harus mendorong seluruh koperasi di Jember untuk mengadopsi teknologi guna menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan modern," imbuh Slamet.
Selain aspek teknis, Musda kali ini menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan.
Slamet Sutanto menekankan bahwa nakhoda baru Dekopinda Jember harus memiliki karakter yang kuat, tidak mudah menyerah, serta memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.
"Dekopinda adalah wadah tunggal bagi seluruh badan hukum koperasi yang sah menurut undang-undang. Oleh karena itu, pemimpinnya harus memiliki kemampuan komunikasi yang unggul untuk merangkul lintas sektoral, mulai dari tokoh agama hingga generasi muda," tambahnya.
Strategi komunikasi juga diarahkan untuk menyasar segmen milenial dan Gen Z.
Dekopinda berencana menggandeng para content creator untuk merebranding citra koperasi agar tidak lagi dipandang sebagai lembaga yang kuno, melainkan sebagai mesin ekonomi masa depan yang keren dan menguntungkan.
Senada dengan semangat pembenahan internal, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindag) Kabupaten Jember, Sartini, memberikan catatan tegas mengenai kepatuhan administratif.
Pemerintah Kabupaten Jember menempatkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai indikator utama kesehatan sebuah koperasi.
"Kami telah melayangkan surat resmi kepada seluruh gerakan koperasi untuk memenuhi kewajiban konstitusional mereka, yaitu melaksanakan RAT paling lambat tiga bulan setelah tutup buku, atau maksimal pada bulan Maret mendatang," tegas Sartini.
Melalui Musda ini, Sartini berharap terhadap yang terpilih dalam kepengurusan, mampu menjalankan fungsi edukasi, advokasi, dan fasilitasi bagi ribuan anggota koperasi di Jember.
"Kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator, pengusaha sebagai mitra, dan media sebagai penyambung informasi diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang tangguh di Jember," ungkapnya.
Musda Dekopinda Jember 2026 bukan sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan manifesto gerakan koperasi untuk menjadi pilar utama dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
| Pewarta | : M Abdul Basid |
| Editor | : Dody Bayu Prasetyo |