Bupati Jember Rombak Penanganan AKI-AKB Lewat UHC
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan sinyal kuat bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas.
JEMBER –
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan sinyal kuat bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas.
Melalui penguatan program Universal Health Coverage (UHC), Bupati Jember Muhammad Fawait, menargetkan perombakan besar-besaran dalam penanganan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting.
Bagi Fawait, UHC bukan sekadar tumpukan berkas administrasi atau kartu kesehatan.
Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai instrumen keadilan sosial yang memastikan negara hadir di setiap pintu rumah warga, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Menanggapi fluktuasi angka kesehatan yang muncul di awal kuartal pertama tahun 2026 Fawait mengajak semua pihak untuk bersikap objektif dan tidak terjebak dalam kesimpulan prematur.
"Membaca data kesehatan itu butuh kacamata yang komprehensif. Kita tidak bisa membandingkan angka tiga bulan dengan potret setahun penuh secara mentah. Namun, satu hal yang pasti, UHC adalah senjata utama kita," tegas Fawait dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi seringkali menyimpan risiko ketimpangan.
Menurutnya, tanpa jaminan kesehatan yang inklusif, masyarakat kelas bawah akan kesulitan mengakses fasilitas medis yang berkualitas.
Bukan sekadar retorika, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Fawait langsung tancap gas dengan kebijakan jangka pendek yang konkret.
Mulai akhir April 2026, Jember meluncurkan program Deteksi Dini Ibu Hamil.
"Kami punya target ambisius. Akhir April ini, seluruh ibu hamil di Jember tanpa terkecuali harus sudah mendapatkan layanan ultrasonografi (USG). Ini langkah preventif agar kami bisa memetakan risiko persalinan sejak dini. Kami ingin ibu selamat, bayi sehat," ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir komplikasi saat persalinan yang selama ini menjadi penyumbang utama angka kematian ibu di wilayah tersebut.
Fawait juga memberikan penjelasan mendalam mengenai strategi pembangunan daerah yang ia pimpin.
Menurutnya, pembangunan di Jember bergerak di dua jalur yang saling mendukung.
"Fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti perbaikan jalan lintas desa dan modernisasi irigasi untuk mendukung sektor pertanian dan Fokus pada penguatan kualitas manusia melalui layanan kesehatan UHC yang dampaknya bisa dirasakan langsung hari ini oleh masyarakat," jelasnya.
Visi besar Fawait adalah menyatukan jaminan kesehatan yang gratis dengan ketersediaan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang kompeten di setiap sudut Jember dengan ekosistem yang tangguh,
Ia yakin Jember akan menjadi barometer daerah yang tidak hanya sukses secara angka ekonomi, tetapi juga unggul dalam kualitas hidup manusianya.
"Ekonomi boleh naik, infrastruktur boleh megah, tapi kesehatan warga tetap yang utama. Karena warga yang sehat adalah fondasi Jember yang kuat," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

