Jadi Korban Erupsi Gunung Semeru, Rosella Justru Mengabdi Jadi Relawan PMI
TIMES Jember/Rosella Wardani, Korban APG Gunung Semeru yang mengabdi jadi Relawan PMI. (Foto: Humas PMI for TIMES Indonesia)

Jadi Korban Erupsi Gunung Semeru, Rosella Justru Mengabdi Jadi Relawan PMI

Sejak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu 4 Desember 2021, hingga saat ini, upaya pencarian korban dan bantuan terus dikerahkan oleh ...

TIMES Jember,Rabu 15 Desember 2021, 17:10 WIB
27.1K
A
Arip Ripaldi (MG-359)

LUMAJANGSejak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu 4 Desember 2021, hingga saat ini, upaya pencarian korban dan bantuan terus dikerahkan oleh petugas dan para relawan gabungan yang bertugas dalam operasi tersebut.

Namun ada pula hal menarik. Salah satu penyintas, Rosella Wardani, warga Desa Curah Kobokan memilih mengabdikan dirinya menjadi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) guna membantu proses pelayanan yang saat ini terus dilakukan PMI di Posko Pelayanan terpadu Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Rosella harus memilih antara perjuangan membantu keluarga yang terdampak di pengungsian serta tugas kemanusiaan yang diemban relawan PMI. Dengan berkaca-kaca rosella menceritakan kisahnya pada saat terjadinya awan panas guguran yang menyelimuti kampung halamannya. 

Selama hidupnya ia tinggal di rumah yang sekarang hancur karena dampak dari Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru. Kini semuanya hanya tinggal kenangan baginya.

article

Namun, dengan kondisinya yang seperti itu, ia menjadi lebih kuat, mencoba memahami semua kejadian yang menimpa dia bersama keluarga tercintanya sebagai sebuah cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa. 

Menjadi sukarelawan adalah pelampiasan dirinya agar tidak kembali memikirkan kejadian yang telah ia alami. Membantu masyarakat mulai dari evakuasi korban, melakukan pendataan tetangganya yang selamat, hingga membantu menyediakan makanan bagi para relawan dan masyarakat.

"Dengan membantu tetangga, saudara, dan masyarakat membuat saya lupa atas apa yang sudah saya alami bersama keluarga. Memotivasi diri saya sendiri agar menjadi manusia yang lebih tabah dan menerima kehendak-Nya," tutur Rosella, dalam rilis yang diterima TIMES Indonesia pada Rabu (15/12/2021). 

Dalam keseharian, setelah terjadinya musibah tersebut, Rosella selalu membuat dirinya menjadi lebih sibuk dari biasanya. 

"Saya sampai sekarang lupa waktu, sekarang hari apa, tanggal berapa, saya nggak tahu, karena jika saya ingat, saya pasti ingat kejadian hari itu. Saya hanya ingat waktu shalat, udah itu aja," kata Rosella. 

Mengalami musibah seperti itu tidaklah mudah bagi Rosella. Ia sempat mengalami trauma psikologis terhadap suara sirine ambulans.

Ketika ambulans melintas dengan suara sirine, Rosella mengaku langsung panik, dan kembali memikirkan kejadian saat desa dan rumahnya hancur terkena dampak APG Gunung Semeru.

"Jika saya tidak melakukan apapun saya akan merasa lebih terpuruk, dan tidak akan pernah bangkit dari musibah ini. Saya tanamkan di pikiran saya, jika apa yang saya lakukan adalah salah, saya harus bisa mengatasinya, saya harus bangkit," pungkasnya sebagai salah satu penyintas erupsi Gunung Semeru. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Arip Ripaldi (MG-359)
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.