Update Banjir Jember: 7.445 KK dari 10 Kecamatan Terdampak, Satu Warga Tewas
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edi Budi Susilo memperbarui data dampak banjir Jember.
JEMBER –
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edi Budi Susilo memperbarui data dampak banjir Jember.
Hingga Sabtu (14/2/2026) pagi, tercatat 10 kecamatan dan 23 desa/kelurahan terdampak banjir dengan total penyintas mencapai 7.445 Kepala Keluarga (KK).
Bencana ini turut memakan satu korban jiwa di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. Korban teridentifikasi atas nama Siti Nurfadila (55).
"Kami menyampaikan duka mendalam. Berdasarkan laporan di lapangan, korban sedang berupaya membersihkan rumahnya saat genangan air masih ada. Naas, terdapat aliran listrik yang masih aktif sehingga korban tersengat dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Pustu terdekat," terang Edi.
Luapan air sungai dengan ketinggian antara 30 cm hingga 2 meter ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas publik vital, seperti tiga jembatan dilaporkan ambruk atau putus, termasuk jembatan di Sentul Panti dan jembatan gantung di Sukorambi yang memutus akses antardusun.
Tercatat 1 Pondok Pesantren di Ajung terendam, 1 masjid di Balung Lor ambruk, serta 3 sekolah (SD, TK, dan TPQ) mengalami kerusakan akibat rendaman air.
Di Desa Puger Wetan, derasnya arus sungai menyeret 12 unit speedboat milik warga.
Hingga saat ini baru 2 unit speedboat yang berhasil ditemukan dan 11 rumah warga dikategorikan Rusak Ringan (RR) akibat tergerus arus di bagian dapur dan dinding.
Adapun Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 3.774 KK, disusul oleh Kecamatan Balung (1.581 KK) dan Kecamatan Wuluhan (1.464 KK).
Wilayah lain yang terdampak meliputi Kecamatan Panti, Sukorambi, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Puger.
Meskipun di beberapa titik seperti Panti, Sukorambi, dan Bangsalsari air dilaporkan telah surut total, BPBD tetap menyiagakan personel di posko-posko strategis.
Edi menegaskan bahwa seluruh unsur mulai dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, PMI, Tagana, hingga relawan lintas sektor telah dikerahkan sejak awal kejadian.
"Fokus utama saat ini adalah Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi, termasuk 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas," tegasnya.
"Pendirian dapur mandiri di 4 lokasi (Desa Glundengan, Balung Lor, dan Rambipuji) serta pendistribusian logistik makanan dan mengingat banyaknya sumur warga yang tercemar, PDAM bersama BPBD telah menyalurkan 25.000 liter air bersih dan bantuan tandon ke Desa Nogosari dan Curahmalang serta Melakukan pembersihan material lumpur di fasilitas umum dan rumah warga," tambahnya.
Merujuk pada keterangan BMKG mengenai kewaspadaan cuaca ekstrem periode 10-20 Februari 2026, Pemkab Jember mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai (Sungai Bedadung, Kalijompo, Dinoyo, dan lainnya) untuk tetap waspada.
"Kami meminta masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat debit air sungai meningkat drastis secara tiba-tiba. Prioritaskan keselamatan jiwa dan pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman saat air mulai masuk ke pemukiman," tutup Edi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


