Tempe MBG Menghitam, Lurah Kranjingan Setop Produksi SPPG di Sumbersari
Lurah Kranjingan, Ica Ghea Hernawati, bersama Tiga pilar dan camat tinjau langsung SPPG yang berada di wilayahnya. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)

Tempe MBG Menghitam, Lurah Kranjingan Setop Produksi SPPG di Sumbersari

Lurah Kranjingan Ica Ghea Hernawati membenarkan adanya penurunan kualitas pangan yang terjadi pada program distribusi makanan di Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi (SPPG) di wilayah Sumbersari, Kranjingan, Jumat (6/2/2026).

TIMES Jember,Jumat 6 Februari 2026, 21:42 WIB
11.8K
M
M Abdul Basid

JEMBER

Lurah Kranjingan Ica Ghea Hernawati membenarkan adanya penurunan kualitas pangan yang terjadi pada program distribusi makanan di Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi (SPPG) di wilayah Sumbersari, Kranjingan, Jumat (6/2/2026).

​Ica menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap dapur produksi milik Furqon Adi Premono itu terus dilakukan.

Pihaknya bergerak cepat dengan menghentikan konsumsi produk segera setelah ditemukan perubahan kondisi fisik makanan yang dinilai tidak wajar.

"​Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kualitas makanan dilaporkan dalam kondisi prima pada pukul 05.00 WIB. Namun, pascadistribusi yang dilakukan pukul 08.00 WIB, terjadi perubahan drastis pada pukul 09.30 WIB di mana tempe goreng tersebut secara mendadak berubah warna menjadi kehitaman," ungkap Ica.

"​Merespons temuan yang hanya berselang 90 menit dari waktu distribusi tersebut, pihak dapur SPPG bersama otoritas kelurahan langsung mengambil langkah darurat pada pukul 09.45 WIB. Instruksi tegas dikeluarkan kepada seluruh kepala sekolah penerima manfaat untuk menghentikan total konsumsi menu tersebut guna menghindari risiko kesehatan pada siswa," tambahnya.

​Dia menyatakan bahwa fokus saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh siswa.

Meskipun terdapat laporan bahwa beberapa sekolah telah terlanjur mengonsumsi makanan tersebut sebelum instruksi penghentian tiba, hingga saat ini belum ditemukan adanya keluhan kesehatan yang signifikan.

​"Kami tidak menoleransi adanya risiko sekecil apa pun terkait gizi dan kesehatan anak-anak kita. Pihak dapur diinstruksikan untuk terus melakukan follow-up dan pendataan berkala ke tiap sekolah. Kami akan memastikan tanggung jawab penuh dari penyedia jasa dapur terhadap kejadian ini," tegas Ica.

​Pihak Kelurahan Kranjingan kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari penyebab pasti perubahan kualitas pangan tersebut, apakah disebabkan oleh faktor bahan baku, proses pengemasan, atau suhu selama distribusi.

Dia juga meminta seluruh pihak untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan jika ditemukan gejala medis pada anak didik di sekolah-sekolah terkait. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.