Jember Siap Sambut Lebaran, Stok BBM Aman
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama jajaran TNI dan Polri menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H (2026).
JEMBER –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama jajaran TNI dan Polri menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H (2026).
Fokus utama terletak pada stabilitas pasokan bahan pokok, kelancaran arus mudik, hingga pengamanan titik-titik wisata yang diprediksi akan membeludak.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan kolaborasi antara Pemkab dan Forkopimda dalam mengatasi fenomena panic buying yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
"Kemarin kolaborasi Pemkab dan TNI-Polri bisa mengatasi panic buying. Kondisi BBM sudah berjalan seperti semula," ujar Fawait usai pimpin Apel Gelar pasukan Ketupat Semeru 2026 di depan Pemkab Jember, Kamis (12/3/2026) sore.
Ia juga menegaskan bahwa stok BBM dan Elpiji dipastikan aman tidak hanya hingga Lebaran tahun ini, tapi juga diproyeksikan mencukupi untuk jangka panjang karena adanya penambahan kuota.
Sektor pariwisata menjadi perhatian serius, terutama setelah adanya penggabungan pengelolaan destinasi wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo.
Ia menyebut hal ini menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Besok Minggu malam Senin kami akan rapat persiapan Lebaran khusus di spot-spot wisata. Jember hari ini sedang diminati banyak orang, apalagi setelah penggabungan Papuma dan Watu Ulo," ungkap Fawait.
Dalam kesempatan yang sama, Fawait juga mengumumkan bahwa Kabupaten Jember menjadi daerah pertama yang berkomitmen memberikan THR bagi P3K Paruh Waktu.
"Meskipun Pemkab mengajukan besaran 100 persen, namun berdasarkan sinkronisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, disetujui besaran THR adalah 50 persen. Pembayaran ini ditargetkan cair maksimal pada Senin atau Selasa mendatang," bebernya.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Candra Putra, meyampaikan kesiapan Operasi Ketupat yang akan berlangsung selama 13 hari ke depan.
Sebanyak 522 personel gabungan dari Polri (250 personel), TNI, Satpol PP, Dishub, hingga Basarnas akan diterjunkan.
"Fokus kami adalah Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas), stabilitas bahan pokok dan BBM, serta pengamanan di tempat wisata," jelas Bobby.
Adapun beberapa titik rawan kemacetan yang diantisipasi antara lain Simpang Empat Mangli (pintu masuk/keluar Jember), Jalan Ahmad Yani dan Trunojoyo dan Kawasan kampus Universitas Jember.
Sedangkan terkait tradisi malam takbiran, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk merayakannya dengan tertib.
"Khusus untuk penggunaan sound horeg, petugas dengan tegas mengimbau agar hanya dilakukan di titik-titik tertentu dan dilarang berkeliling di jalan raya demi menjaga ketertiban umum," imbuhnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

