BPBD Jember hingga Relawan Bangun Rumah Janda di Panti yang Roboh Akibat Angin Kencang
Pemerintah membangun kembali rumah Sumiyati, warga Desa Serut, Kecamatan Panti, Jember yang hancur akibat angin kencang yang terjadi pada 24 Desember 2025 lalu.
JEMBER – Pemerintah membangun kembali rumah Sumiyati, warga Desa Serut, Kecamatan Panti, Jember yang hancur akibat angin kencang yang terjadi pada 24 Desember 2025 lalu.
Sejumlah pihak yang turut perbartisipasi dalam bantuan tersebut di antaranya Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, pihak desa dan kecamatan setempat serta sejumlah relawan.
"Hari ini saya merasa sangat bahagia sekaligus terharu melihat ibu Sumiyati bisa tertawa kembali. Setelah hampir dua bulan kita bergotong royong, rumah ini sudah jadi dan siap menjadi tempat berteduh yang nyaman bagi beliau," ujar Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo usai memberikan bantuan kepada Sumiyati, Senin (16/3/2026).
Dia menerangkan, pembangunan rumah ini bukan sekadar memberikan atap dan dinding.
BPBD Jember memastikan rumah tersebut layak huni dengan material berkualitas seperti genteng, batu bata, hingga calsiboard.
Selain pembangunan fisik, bantuan komprehensif juga diberikan untuk menjamin kesejahteraan korban.
"Bantuan sembako dan alat-alat memasak, Kasur, tempat tidur, selimut, serta keperluan khusus lansia dan uang tunai yang dihimpun dari donasi spontanitas keluarga besar BPBD Jember, pihak kecamatan, dan pemerintah desa," ungkap Edi.
"Pakaian layak pakai dari personel BPBD untuk keperluan sehari-hari," imbuhnya.
Sementara itu, Camat Panti Hendra Kusuma menegaskan bahwa bantuan untuk Sumiyati tidak akan berhenti setelah pembangunan rumah selesai.
Pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis agar beliau tetap mendapatkan perhatian jangka panjang.
"Kami akan mengusulkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pemeliharaan ke depannya. Selain itu, bantuan langsung tunai dari pihak desa akan terus diupayakan mengalir setiap bulan untuk menyokong kehidupan sehari-hari beliau," jelas Hendra.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Serut, Abdul Asis menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu mewujudkan pembangunan rumah terseebut.
"Sebelumnya, ibu Sumiyati ini tidak punya rumah karena rumahnya roboh. Beliau berteduh di bawah terpal, tanpa atap, bahkan jika hujan pun harus tetap di dalam terpal tersebut," ujar Abdul Asis.
Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada struktur fisik bangunan, tetapi juga mencakup perlengkapan pendukung kehidupan sehari-hari.
Abdul Asis merinci bahwa bantuan yang mengalir sejak awal masa pembangunan sangat beragam, mulai dari dana tunai hingga peralatan dapur.
Selain kepada relawan BPBD, pihak Pemerintah Desa Serut juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Jember Muhammad Fawait, atas dukungannya yang konsisten terhadap program kemanusiaan di wilayah tersebut.
"Terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Bupati kita, gus Fawait, yang telah ikut mendorong sehingga pembangunan rumah ibu Sumiyati sekarang sudah selesai 100 persen dan sangat layak dihuni," tambah Abdul Asis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

