Bupati Jember Sidak Dapur MBG, Pastikan Menu Berkualitas
Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Curahlele 02, Balung, Senin (16/3/2026).
JEMBER –
Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Curahlele 02, Balung, Senin (16/3/2026).
Sidak tersebut untuk memastikan SPPG di wilayahnya beroperasi dengan maksimal dalam menyediakan makanan bergizi gratis (MBG) yang berkualitas kepada pelajar.
Menanggapi adanya narasi yang menyebut program MBG sebagai kebijakan yang gagal, Fawait memberikan bantahan keras berdasarkan fakta di lapangan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat justru sangat tinggi, mulai dari ibu hamil hingga anak-anak sekolah yang menanyakan kapan mereka bisa merasakan manfaat program tersebut.
"Program MBG ini bukan sekadar janji, tapi kebutuhan yang sangat dinantikan masyarakat Jember. Di media sosial maupun saat saya turun ke jalan, warga bertanya-tanya karena mereka sadar betapa pentingnya pemenuhan gizi ini bagi masa depan anak-anak mereka," kata Fawait.
Fawait menekankan bahwa MBG bukan hanya soal bagi-bagi makanan, melainkan strategi besar untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.
Ia memproyeksikan perputaran uang yang masuk ke Kabupaten Jember bisa mencapai angka yang triliunan.
"Jika seluruh SPPG beroperasi maksimal, total dana yang berputar di Jember diperkirakan mencapai hampir Rp4 triliun, dan dana tersebut akan mengalir langsung ke kantong para petani, peternak, dan pelaku UMKM penyedia bahan baku lokal," ujarnya.
Dia menerangkan, sebagian besar pekerja di SPPG adalah warga asli Jember.
"Sehingga (SPPG) menciptakan lapangan kerja baru yang konkret dan pemenuhan gizi standar nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jember," tambahnya.
Terkait perdebatan mengenai anggaran makan per porsi, Fawait memberikan klarifikasi agar tidak terjadi salah paham di masyarakat.
"Dari total alokasi Rp15.000 per porsi, anggaran murni untuk menu makanan adalah Rp10.000. Kami sudah cek langsung, dengan Rp10.000 itu standarnya sudah sangat baik, mencakup kalori yang cukup, buah-buahan, kurma, hingga kacang-kacangan. Fasilitas di SPPG Curahlele ini bahkan sudah sangat mumpuni, bersih, dan tertata seperti pondok yang modern," jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas, saat ini terdapat 58 SPPG di Jember yang statusnya sedang ditangguhkan (suspend).
Hal ini dilakukan atas arahan Ketua Satgas sekaligus Pj Sekda untuk memastikan seluruh perizinan lengkap dan memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kami tidak ingin main-main. Perbaikan di sana-sini masih diperlukan agar semua SPPG memiliki kualitas sehebat yang kita lihat di Curahlele 02 ini. Ini demi meminimalisir keluhan masyarakat di masa depan," imbuhnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

