Banjir Ekstrem Jember: 7.000 KK Terdampak dan Ribuan Hektar Lahan Terendam
Pemkab Jember melakukan asesmen dampak banjir ekstrem yang merendam 1.000 hektar lahan dan berdampak pada 7.000 KK. Status waspada ditetapkan hingga 26 Februari 2026.
Jember – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jember bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan dan asesmen mendalam terhadap sejumlah titik terdampak banjir luapan akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Ahmad Helmi Luqman, turun langsung meninjau kondisi infrastruktur dan warga untuk memastikan langkah penanganan berjalan efektif serta tepat sasaran.
Helmi menyampaikan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang paling signifikan dalam satu dekade terakhir. Tingginya intensitas hujan mengakibatkan dampak luas yang menyentuh ribuan warga serta merusak berbagai fasilitas publik.
Dampak Kerusakan dan Asesmen Wilayah
Berdasarkan data asesmen sementara, dampak bencana ini mencakup area yang luas. Tercatat sekitar 7.000 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kabupaten Jember mengalami dampak langsung dari bencana banjir ini.
"Kerusakan teridentifikasi pada berbagai level, mulai dari infrastruktur desa, kabupaten, hingga provinsi," ujar Helmi saat peninjauan.
Data sementara menunjukkan kerusakan pada dua unit dam (bendungan) besar di wilayah hulu serta tiga jembatan yang menjadi akses vital masyarakat. Selain itu, banjir merendam lahan produktif warga dengan estimasi luas mencapai 500 hingga 1.000 hektar lahan pertanian.
Sinergi Pemerintah dan Skala Prioritas
Helmi menegaskan bahwa Pemkab Jember terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur disebut telah memberikan atensi khusus dan berkomitmen memprioritaskan bantuan perbaikan infrastruktur di wilayah Jember.
"Kami sedang memetakan mana yang menjadi skala prioritas untuk segera diatasi, baik oleh pihak provinsi maupun kabupaten," tegasnya.
Langkah Antisipasi dan Masa Tanggap Darurat
Mengingat peringatan dini dari BMKG mengenai potensi curah hujan ekstrem yang masih akan berlangsung, Pemkab Jember menetapkan status waspada dan kesiapsiagaan hingga 26 Februari 2026.
Sebagai langkah konkret perlindungan warga, pemerintah telah menginstruksikan pendirian posko kebencanaan di setiap kecamatan dan desa untuk mempercepat alur informasi dan bantuan. Selain itu, fasilitas dapur umum disiapkan di masing-masing desa terdampak guna menjamin logistik pangan warga.
"Kami menggerakkan seluruh elemen pemerintah, relawan, dan komponen masyarakat untuk tetap siaga di titik-titik rawan," pungkas Helmi.
Pemkab Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


