Banjir Ekstrem Jember: 7.000 KK Terdampak dan Ribuan Hektar Lahan Terendam
Satgas Infrastruktur dan tata ruang saat melakukan peninjauan dilokasi jembatan gantung yang rusak. (FOTO: M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

Banjir Ekstrem Jember: 7.000 KK Terdampak dan Ribuan Hektar Lahan Terendam

Pemkab Jember melakukan asesmen dampak banjir ekstrem yang merendam 1.000 hektar lahan dan berdampak pada 7.000 KK. Status waspada ditetapkan hingga 26 Februari 2026.

TIMES Jember,Minggu 15 Februari 2026, 16:11 WIB
4.1K
M
M Abdul Basid

JemberPemerintah Kabupaten atau Pemkab Jember bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan dan asesmen mendalam terhadap sejumlah titik terdampak banjir luapan akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Ahmad Helmi Luqman, turun langsung meninjau kondisi infrastruktur dan warga untuk memastikan langkah penanganan berjalan efektif serta tepat sasaran.

Helmi menyampaikan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang paling signifikan dalam satu dekade terakhir. Tingginya intensitas hujan mengakibatkan dampak luas yang menyentuh ribuan warga serta merusak berbagai fasilitas publik.

Dampak Kerusakan dan Asesmen Wilayah

Berdasarkan data asesmen sementara, dampak bencana ini mencakup area yang luas. Tercatat sekitar 7.000 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kabupaten Jember mengalami dampak langsung dari bencana banjir ini.

"Kerusakan teridentifikasi pada berbagai level, mulai dari infrastruktur desa, kabupaten, hingga provinsi," ujar Helmi saat peninjauan.

Data sementara menunjukkan kerusakan pada dua unit dam (bendungan) besar di wilayah hulu serta tiga jembatan yang menjadi akses vital masyarakat. Selain itu, banjir merendam lahan produktif warga dengan estimasi luas mencapai 500 hingga 1.000 hektar lahan pertanian.

Sinergi Pemerintah dan Skala Prioritas

Helmi menegaskan bahwa Pemkab Jember terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur disebut telah memberikan atensi khusus dan berkomitmen memprioritaskan bantuan perbaikan infrastruktur di wilayah Jember.

"Kami sedang memetakan mana yang menjadi skala prioritas untuk segera diatasi, baik oleh pihak provinsi maupun kabupaten," tegasnya.

Langkah Antisipasi dan Masa Tanggap Darurat

Mengingat peringatan dini dari BMKG mengenai potensi curah hujan ekstrem yang masih akan berlangsung, Pemkab Jember menetapkan status waspada dan kesiapsiagaan hingga 26 Februari 2026.

Sebagai langkah konkret perlindungan warga, pemerintah telah menginstruksikan pendirian posko kebencanaan di setiap kecamatan dan desa untuk mempercepat alur informasi dan bantuan. Selain itu, fasilitas dapur umum disiapkan di masing-masing desa terdampak guna menjamin logistik pangan warga.

"Kami menggerakkan seluruh elemen pemerintah, relawan, dan komponen masyarakat untuk tetap siaga di titik-titik rawan," pungkas Helmi.

Pemkab Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.