Efisiensi Bunga Desaku di Jember Tidak Pengaruhi Layanan
Bupati Jember Muhammad Fawait saat bunga desaku. (Foto: M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

Efisiensi Bunga Desaku di Jember Tidak Pengaruhi Layanan

Inisiatif yang memboyong layanan pemerintah langsung ke tingkat desa ini dianggap sebagai solusi jitu bagi warga yang selama ini terkendala jarak dan biaya untuk mengurus administrasi ke pusat kota.

TIMES Jember,Senin 23 Maret 2026, 11:00 WIB
271
M
M Abdul Basid

JEMBER​Program Bunga Desaku mendapatkan respons positif dari masyarakat Kabupaten Jember.

Inisiatif yang memboyong layanan pemerintah langsung ke tingkat desa ini dianggap sebagai solusi jitu bagi warga yang selama ini terkendala jarak dan biaya untuk mengurus administrasi ke pusat kota.

​Salah satu warga Kecamatan Umbulsari, Muklis Wafa, mengungkapkan bahwa program ini sangat memangkas waktu dan tenaga.

​"Kami merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota. Urusan administrasi kini bisa beres di desa sendiri," jelas Muklis pada Senin (23/3/2026).

​Ia berharap layanan jemput bola seperti ini terus dipertahankan, mengingat pentingnya aksesibilitas bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi maupun transportasi.

​Menanggapi isu efisiensi dalam pelaksanaan program, Ketua Rumah Cinta, Dima Akhyar, memberikan klasifikasi penting.

Menurutnya, efisiensi yang sedang digalakkan pemerintah saat ini lebih menyasar pada aspek operasional, seperti penghematan bahan bakar minyak (BBM), bukan pemangkasan pada substansi program.

"Wadah komunikasi langsung antara pemimpin dan rakyat untuk menyerap aspirasi dan  Membawa layanan administrasi tepat ke depan pintu rumah warga. Memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana di tingkat bawah dan Menjadi instrumen pemerintah dalam mengontrol inflasi di daerah," ungkap Dima.

​Dima menegaskan bahwa anggaran yang bersifat konsumtif atau tidak produktif memang harus dihemat.

Namun, program yang memiliki dampak sosial-ekonomi nyata bagi masyarakat justru harus diperkuat.

​"Yang kami tekan adalah pemborosan energi dan biaya operasional yang tidak perlu. Sebaliknya, program yang memberikan manfaat luas bagi publik harus tetap menjadi prioritas utama," tambahnya.

​Ke depannya, Bunga Desaku diharapkan terus bertransformasi menjadi jembatan yang kokoh antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil warga desa dengan tetap mengedepankan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.