Kasus Stunting Naik, Kades Sidomukti Minta Masyarakat Peduli
Kasus stunting di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Jember mengalami kenaikan.
JEMBER – Kasus stunting di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Jember mengalami kenaikan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus stunting di desa tersebut sebanyak 4 kasus atau naik 2 kasus dari sebelumnya.
Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi dalam keterangannya menekankan bahwa kenaikan ini tidak boleh dipandang sebelah mata.
"Penemuan kasus baru ini merupakan hasil dari keterbukaan data dan keaktifan para kader posyandu dalam melakukan penyisiran (screening) di tingkat dusun. Yang mana ada pendatang yang kedapatan memiliki stunting," ujar Sunardi, Senin (23/2/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa munculnya dua kasus tambahan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan kesehatan pasca-pandemi dan faktor lingkungan masih membayangi kesehatan anak.
"Data awal kami memang hanya dua anak. Namun, setelah dilakukan pengecekan intensif dan validasi oleh petugas medis, ada tambahan dua anak lagi. Kami tidak ingin menutupi data, justru dengan data yang jujur ini, kami bisa melakukan intervensi yang tepat sasaran," tegas Sunardi.
Menyikapi perkembangan tersebut, pihaknya telah menyiapkan skema penanganan darurat yang terintegrasi.
"Penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berfokus pada protein hewani seperti telur, ikan, dan daging untuk balita terdampak dan mrngidentifikasi apakah faktor air bersih atau sanitasi di lingkungan tempat tinggal balita tersebut menjadi pemicu munculnya stunting," jelasnya.
Adapun membekali kader dengan alat ukur antropometri berstandar agar data tinggi badan dan berat badan anak akurat.
Selain itu, dilakukan pendampingan khusus bagi orangtua agar memahami bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tapi juga perkembangan otak dan kecerdasan anak di masa depan.
Sunardi juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling peduli.
Ia meminta warga segera melapor jika melihat ada balita di lingkungannya yang tampak tidak mengalami kenaikan berat badan dalam waktu yang lama.
"Stunting adalah musuh bersama. Kami di jajaran Pemdes tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan orangtua dan kesadaran masyarakat akan pola makan bergizi sangat menentukan apakah empat anak ini bisa segera keluar dari zona stunting atau tidak," tambahnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



