Sinergi Industri Sirkular, Mahasiswa Polije Sulap Ruang Publik Jadi Ruang Pamer Inovasi Agroindustri Hijau
Program studi Manajemen Agroindustri Polije gelar AGROFORGE 2026 di Roxy Mall Jember. Skema PBL, produk inovatif dari limbah, kemasan ramah lingkungan. Apresiasi Kadiskopumdag.
JEMBER – Ada pemandangan berbeda di pusat perbelanjaan Roxy Mall Jember hari ini. Hiruk-pikuk pengunjung mall berpadu dengan antusiasme ratusan mahasiswa yang tengah unjuk gigi memamerkan produk-produk inovatif.
Melalui program studi Manajemen Agroindustri, Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses mentransformasi area publik menjadi panggung bisnis riil bagi para inovator muda melalui ajang bergengsi AGROFORGE 2026.
Bukan sekadar simulasi di dalam kelas, pameran yang mengusung skema Project Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek ini menantang mahasiswa untuk terjun langsung menghadapi dinamika pasar yang sesungguhnya.
Langkah berani memilih pusat perbelanjaan sebagai lokasi pameran dinilai menjadi formula efektif dalam menguji mentalitas, daya saing, dan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa dengan konsumen nyata.
Tahun ini, AGROFORGE 2026 membawa visi besar melalui tema "Circular Agroindustry in Creativity: Optimalisasi Sinergi Terapan dalam Pengembangan Produk Agroindustri Inovatif dan Bernilai Tinggi". Melalui tema ini, para mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menciptakan produk yang laku dijual, melainkan juga harus menjawab tantangan global terkait keberlanjutan lingkungan (sustainability).
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, mengungkapkan bahwa inovasi yang berdampak luas hanya lahir dari rahim kolaborasi dan kreativitas tanpa batas. Oleh karena itu, kurikulum Polije dirancang sedemikian rupa untuk menjembatani teori akademis dengan realitas industri.

"Di ajang AGROFORGE ini, mahasiswa tidak sekadar belajar bagaimana merencanakan bisnis atau membuat sebuah produk di laboratorium. Mereka dipaksa keluar dari zona nyaman untuk menguasai ekosistem bisnis dari hulu ke hilir; mulai dari manajemen produksi, strategi pemasaran, hingga bagaimana teknik meyakinkan konsumen secara langsung agar mereka mau membeli produk tersebut," tegas Wahyu saat meninjau langsung stan mahasiswa. Sabtu (23/05/2026).
Wahyu menambahkan, manajemen Polije menaruh harapan yang sangat besar pada keberlanjutan program ini. Model pembelajaran berbasis proyek riil terbukti efektif membuka keran jaringan bisnis (networking) bagi mahasiswa sejak dini, bahkan sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana terapan.
Kampus juga secara strategis menggandeng mitra-mitra penting,.termasuk dukungan penuh dari Dinas Koperasi Kabupaten Jember demi memastikan program inkubasi ini memiliki dampak jangka panjang.
Langkah progresif civitas akademika Polije ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Kadiskopumdag) Jember Sartini yang turut hadir meninjau lokasi, mengaku takjub dengan totalitas dan kualitas produk yang dipamerkan. Menurutnya, standar produk yang dihasilkan mahasiswa sudah sangat kompetitif dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
"Apa yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Jember, khususnya Program Studi Manajemen Agroindustri ini, sangat luar biasa dan kreatif. Mereka membuktikan bahwa limbah yang awalnya tidak bernilai, di tangan anak-anak muda ini, bisa diolah menjadi produk agroindustri yang bernilai ekonomi tinggi," ujar Sartini.
Lebih lanjut, Sartini menilai aksi nyata para mahasiswa ini dapat menjadi pemantik semangat sekaligus contoh nyata (role model) bagi para pelaku usaha mikro di Kabupaten Jember. Kombinasi antara kesadaran menjaga lingkungan (eco-awareness) dan ketajaman melihat peluang bisnis terbukti mampu menciptakan nilai jual yang premium.
"Nilai tambah yang membuat saya sangat mengapresiasi kegiatan ini adalah komitmen mereka terhadap lingkungan. Mahasiswa peserta AGROFORGE sudah mulai bermigrasi dari penggunaan kemasan plastik sekali pakai ke kemasan kardus ramah lingkungan. Langkah konkret ini sangat sejalan dengan program berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan volume sampah plastik. Ini adalah contoh sinergi sektor pendidikan dan pemerintah yang luar biasa," pungkas Sartini menutup arahannya.
Melalui AGROFORGE 2026, Polije kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi terdepan yang berkomitmen mencetak generasi sosiopreneur muda yang cerdas secara bisnis, unggul dalam inovasi teknologi terapan, dan memiliki kepedulian mendalam terhadap kelestarian bumi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

