Pakar Gizi Polije Bedah Strategi Olahraga Efektif Selama Bulan Ramadan
TIMES Jember/Dosen Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember (Polije), Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes., (FOTO : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)

Pakar Gizi Polije Bedah Strategi Olahraga Efektif Selama Bulan Ramadan

Dosen Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember (Polije), Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes., memaparkan pandangan ilmiah mengenai aktivitas fisik saat puasa.

TIMES Jember,Senin 23 Februari 2026, 19:02 WIB
114
M
M Abdul Basid

JEMBER – Dosen Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember (Polije), Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes., memaparkan pandangan ilmiah mengenai aktivitas fisik saat puasa.

Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan bentuk intermittent fasting alami yang mengubah metabolisme energi secara signifikan.

Secara fisiologis, tubuh tidak mengalami defisit energi akut, melainkan melakukan metabolic switching.

Proses ini menggeser penggunaan sumber energi dari dominasi karbohidrat menuju pembakaran atau oksidasi lemak yang lebih intens.

"Olahraga saat puasa bukan larangan secara fisiologis, namun kita harus menyesuaikannya berdasarkan prinsip evidence-based practice," ungkap Alinea, Senin (23/2/2026).

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa kadar insulin akan menurun drastis setelah 8 - 12 jam pertama puasa.

Penurunan ini merangsang hormon glukagon untuk memecah lemak menjadi asam lemak bebas sebagai sumber energi utama tubuh.

Oleh karena itu, olahraga intensitas rendah hingga sedang seperti jalan santai atau yoga sangat ideal dilakukan.

Pada level ini, tubuh bekerja secara efisien membakar lemak tanpa harus menguras cadangan glikogen yang sudah menipis.

"Tubuh beralih dari penggunaan glukosa menuju penggunaan lemak sebagai sumber energi utama atau fat-based metabolism," jelas pakar gizi Polije tersebut.

Namun, Alinea memperingatkan agar masyarakat menghindari olahraga intensitas tinggi seperti lari cepat atau HIIT di siang hari.

Jenis latihan ini membutuhkan glikogen dalam jumlah besar dan berisiko tinggi memicu dehidrasi serta kelelahan hebat.

Sejalan dengan hal itu, ia merekomendasikan waktu terbaik untuk berolahraga adalah 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa.

Pilihan waktu ini memungkinkan tubuh segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi setelah sesi latihan berakhir.

"Menjelang berbuka paling kami rekomendasikan karena risiko hipoglikemia minimal dan tubuh bisa segera melakukan rehidrasi," tutur Alinea lebih lanjut.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga massa otot melalui asupan protein yang adekuat saat sahur dan berbuka.

Masyarakat disarankan mengonsumsi protein sebanyak 1,2 hingga 1,6 gram per kilogram berat badan setiap harinya.

Pakar gizi ini juga mengingatkan warga untuk mengenali tanda bahaya seperti pusing, mual, atau jantung berdebar saat beraktivitas.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pelaku olahraga harus segera berhenti untuk mencegah risiko pingsan atau kram berat.

"Massa otot tetap dapat kita pertahankan asalkan distribusi protein saat sahur dan berbuka tetap terjaga dengan baik," tambahnya.

Ia menyimpulkan bahwa olahraga saat puasa sangat aman dan bahkan mampu memperbaiki komposisi tubuh.

Kuncinya terletak pada modifikasi waktu, pengaturan intensitas yang tepat, serta strategi hidrasi yang konsisten sepanjang malam.

Penerapan strategi nutrisi pendukung seperti konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur juga akan memperlama rasa kenyang.

Dengan pengaturan yang tepat, performa fisik akan tetap stabil meski tubuh sedang menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

"Pencapaian performa atletik akan tetap stabil setelah tubuh melewati fase adaptasi metabolik pada sepuluh hari pertama Ramadan," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.