BPS: Jember Penghasil Beras Terbesar Ketiga di Jawa Timur
Kabupaten Jember kembali membuktikan taringnya sebagai salah satu penyangga pangan paling strategis di Jawa Timur.
JEMBER – Kabupaten Jember kembali membuktikan taringnya sebagai salah satu penyangga pangan paling strategis di Jawa Timur.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang dirilis melalui kanal Pemerintah Provinsi Jatim, Kabupaten Jember sukses menembus peringkat ketiga dalam daftar Daerah Produksi Beras Tertinggi Se-Jawa Timur Tahun 2025 dengan capaian produksi yang fantastis, yakni sebesar 446.097 ton.
Prestasi gemilang ini merupakan buah dari konsistensi para petani lokal serta harmonisasi kebijakan yang kuat antara lini hulu yang dikomandoi oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, dengan lini hilir yang dikawal ketat oleh Perum Bulog Subdivre Jember.
Merespons capaian luar biasa ini, Kepala Dinas DTPHP Mohammad Djamil Kabupaten Jember menyatakan bahwa angka 446 ribu ton lebih tersebut merupakan manifestasi dari kerja keras para petani di lapangan serta efektivitas program modernisasi pertanian yang masif digulirkan.
DTPHP berkomitmen untuk tidak terlena dengan pencapaian ini.
Ke depan, dinas akan semakin memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi, memperluas jaringan irigasi tersier, serta menggandeng para pakar agronomi untuk membagikan benih padi varietas unggul yang tahan terhadap fluktuasi cuaca ekstrem.
"Masuknya Jember di posisi tiga besar Jawa Timur adalah bukti bahwa tanah Jember itu subur dan petaninya tangguh. Tugas kami di pemerintahan adalah memastikan regulasi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), dan pendampingan penyuluh di lapangan berjalan 24 jam demi menjaga tren positif ini," ungkap Djamil, Senin (8/6/2026).
Melimpahnya produksi gabah dan beras di tingkat daerah tentu memerlukan manajemen pasca-panen yang prima.
Menjawab tantangan tersebut, Kepala Bulog Cabang Jember Muhammad Ade Saputra, menegaskan bahwa pihaknya berada dalam kondisi siaga penuh untuk menyerap hasil panen rakyat secara optimal.
Dengan volume produksi Jember yang sangat besar, Bulog Jember memastikan kapasitas gudang-gudang penyimpanan mereka dalam kondisi prima untuk menampung stok cadangan beras pemerintah (CBP).
Sinergi hilir ini dinilai krusial agar saat panen raya tiba, harga gabah di tingkat petani tidak anjlok, dan sebaliknya, saat musim paceklik tiba, harga beras di pasaran tetap terkendali bagi konsumen.
"Kami dari Bulog Jember siap mengawal dari sisi hilir. Begitu produksi melimpah seperti yang tercantum dalam data Pemprov Jatim, kami langsung bergerak memastikan penyerapan berjalan maksimal. Ini adalah bentuk negara hadir untuk melindungi keringat para petani kita," jelas Ade.
Capaian Jember kali ini menempatkannya berada di lingkaran elit lumbung padi Jawa Timur, membayangi ketat dua kabupaten di wilayah pantai utara (Pantura).
Berikut adalah rincian data 5 besar daerah penghasil beras tertinggi di Jawa Timur berdasarkan publikasi grafis:
Peringkat Kabupaten Total Produksi Beras (2025)
1 Kabupaten Lamongan 508.126 ton
2 Kabupaten Bojonegoro 507.947 ton
3 Kabupaten Jember 446.097 ton
4 Kabupaten Ngawi 392.364 ton
5 Kabupaten Tuban 333.727 ton
Meskipun saat ini berada di peringkat ketiga di bawah Lamongan dan Bojonegoro, selisih angka produksi yang ada dinilai para pengamat ekonomi pertanian masih sangat mungkin untuk dikejar.
Melalui kolaborasi taktis antara skema perlindungan harga oleh Kabulog Jember dan inovasi teknologi budidaya dari Kadis DTPHP Jember, bukan tidak mungkin Kabupaten Jember akan merebut posisi puncak sebagai produsen beras terbesar di Jawa Timur pada musim-musim tanam berikutnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.



