Berita

Gunakan IndoVac, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Vaksinasi Lengkap

Kamis, 24 November 2022 - 17:33
Gunakan IndoVac, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Vaksinasi Lengkap Presiden Jokowi saat menerima vaksinasi Covid-19 penguat kedua dari IndoVac. (FOTO: BPMI Setpres)

TIMES JEMBER, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) baru saja mendapatkan vaksinasi Covid-19 penguat (booster) kedua menggunakan vaksin IndoVac di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022).

Setelah menerima vaksin Covid-19 penguat kedua, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap dengan ditambah dosis tambahan atau booster. 

"Saya ajak seluruh masyarakat utamanya tenaga kesehatan, utamanya lansia, dan juga orang-orang yang interaksinya tinggi antar masyarakat," ucap Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk vaksinasi Covid-19 penguat.  

Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya vaksinasi penguat untuk meningkatkan imunitas dan mencegah penularan Covid-19. Hingga saat ini, ungkap Presiden Jokowi, Indonesia telah menyuntikkan 205 juta dosis vaksin yang pertama, 172 juta dosis vaksin yang kedua, 66 juta dosis vaksin penguat pertama, dan 730 ribu dosis vaksin penguat yang kedua. 

"Agar imunitas kita terjaga dan dapat memutus penularan Covid-19 dari orang ke orang, ini yang paling penting (vaksinasi)," ungkap Presiden Jokowi. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan sebanyak 84 persen dari kasus yang meninggal akibat Covid-19 dikarenakan belum mendapatkan vaksinasi penguat. 

Tidak hanya itu, Menkes mengatakan sebanyak 74 persen kasus Covid-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan gejala sedang dan berat juga disebabkan karena belum mendapatkan vaksinasi penguat.

"Jadi buat teman-teman, buat masyarakat, tolong diingatkan agar cepat-cepat di-booster. Baru 66 juta dari 234 juta target sasaran kita yang di-booster, cepat di-booster, khususnya untuk tenaga kesehatan dan lansia diatas 60 tahun juga segera lakukan booster yang kedua," kata Menkes Budi.

Menkes menegaskan bahwa vaksin produksi dalam negeri yang dikenal sebagai IndoVac tersebut sudah terbukti ampuh dalam mencegah penularan Covid-19.

"Jangan lupa booster-nya pakai IndoVac, karena itu sudah terbukti sangat ampuh, tidak kalah dengan produksi luar negeri,” tandas Menkes Budi Gunadi Sadikin. 

Vaksin IndoVac

Dilansir dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Vaksin IndoVac merupakan buatan PT Bio Farma yang bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA.

IndoVac-2.jpgVaksin IndoVac. (FOTO: dok. Bio Farma)

Vaksin IndoVac sendiri telah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 24 September 2022 lalu. 

Izin Penggunaan Darurat itu sendiri diserahkan langsung oleh Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito kepada Direktur Operasi PT Bio Farma, M. Rahman Roestan pada Jumat (30/09/2022) lalu.

Direktur Operasi PT Bio Farma, M. Rahman Roestan menerangkan, existing capacity produksi Vaksin Indovac adalah 20 juta dosis pertahun dan akan secara bertahap terus ditingkatkan jika mengarah kepada regional dan global.

IndoVac merupakan Vaksin Covid-19 berbasis teknologi subunit rekombinan protein yang digunakan sebagai imunisasi aktif terhadap Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. 

IndoVac juga telah memperoleh fatwa halal dan MUI dan sertifikat halal dari BPJPH, Kementerian Agama dan merupakan produk dalam negeri hasil karya anak bangsa dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai sekitar 90%.

Dalam melakukan riset dan penelitian IndoVac, PT Bio Farma menggandeng tujuh fakultas kedokteran; yaitu dari Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, dan Universitas Hasanuddin untuk menjalankan uji klinis dosis primer, serta Universitas Padjadjaran dan Universitas Udayana untuk uji klinis dosis booster. Tiga fakultas kedokteran, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Andalas sebagai pusat uji klinis vaksin IndoVac untuk anak usia 12-17 tahun.

Vaksin IndoVac untuk vaksinasi primer (dosis 1 dan 2) untuk usia dewasa (18+) telah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat dari BPOM. Efek samping dalam uji klinik Vaksin Indovac dilaporkan umumnya bersifat ringan. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri lokal dan nyeri otot (myalgia), yang kemunculannya sebanding dengan efek samping pada penggunaan vaksin rekombinan protein subunit pembanding yang sudah lebih dulu mendapatkan EUA. (*)

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jember just now

Welcome to TIMES Jember

TIMES Jember is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.