TIMES JEMBER, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait, secara resmi mendeklarasikan tahun 2026 sebagai "Tahun Pembuktian" bagi sektor kesehatan di Kabupaten Jember.
Dalam sebuah langkah berani untuk mendobrak stagnasi layanan publik, Bupati menegaskan bahwa seluruh jajaran kesehatan terutama di level Puskesmas wajib menunjukkan hasil nyata yang signifikan dalam waktu singkat.
Hal tersebut ditegaskan dalam acara penyerahan Keputusan Bupati Jember tentang Tugas Tambahan Pejabat Fungsional Kesehatan sebagai Kepala Puskesmas, yang digelar di Aula PB Soedirman, Sabtu (10/01/2026).
Momentum ini menandai pergeseran besar dalam strategi manajemen kesehatan daerah melalui penyegaran personel secara masif.
Dalam pidato arahannya yang bernada tegas, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyoroti data kesehatan Jember yang dinilai belum menunjukkan perbaikan berarti selama hampir satu dekade terakhir. Ia menekankan bahwa sudah saatnya Jember keluar dari zona nyaman dan melakukan lompatan besar.
"Saya tidak ingin lagi melihat grafik yang bergerak lambat. Selama hampir sepuluh tahun, indikator kesehatan kita tidak mengalami perbaikan yang fundamental. Di tahun 2026 ini, saya menuntut penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) secara drastis. Ini bukan lagi soal rencana, ini soal pembuktian kerja nyata," tegas Gus Fawait di hadapan ratusan pejabat kesehatan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap efektivitas program, Bupati memberlakukan sistem kontrol yang ketat. Mulai tahun ini, kinerja Kepala Puskesmas akan disejajarkan dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat dalam hal pengawasan.
"Setiap tiga bulan, kinerja saudara akan saya evaluasi secara langsung. Tidak ada ruang bagi aparatur yang bekerja lamban di tahun pembuktian ini. Kita tidak boleh lagi sekadar 'berjalan pelan'. Kita harus berlari cepat, bekerja dengan akurasi tinggi, dan harus berhasil. Jika tidak mampu mengikuti irama ini, maka akan ada konsekuensi jabatan," imbuhnya.
Gus Fawait juga menginstruksikan agar para Kepala Puskesmas tidak bekerja di dalam menara gading. Ia mewajibkan adanya koordinasi vertikal dan horizontal yang intensif dengan para Camat guna memastikan program kesehatan merasuk hingga ke tingkat desa dan rumah tangga.
Untuk mendukung target ambisius tersebut, Pemkab Jember melakukan penguatan infrastruktur SDM secara menyeluruh. Program penempatan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sebelumnya hanya merupakan proyek percontohan di enam kecamatan, kini diperluas secara masif ke seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember.
Lebih jauh, Gus Fawait memaparkan visi jangka panjangnya untuk mengubah wajah layanan kesehatan Jember menjadi berstandar internasional. Ia merencanakan skema jenjang karir baru di mana posisi Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) di masa depan akan diprioritaskan bagi mereka yang memiliki rekam jejak sukses dalam memimpin Puskesmas.
"Kita ingin membangun fondasi yang kuat dari bawah. Pemimpin rumah sakit harus paham kondisi lapangan. Ambisi besar kita adalah menjadikan Jember sebagai destinasi Wisata Medis (Medical Tourism), mengikuti jejak sukses Penang, Malaysia. Kita punya potensi alam, dan sekarang kita akan bangun kualitas medisnya agar masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan ke luar daerah, bahkan luar negeri," pungkas Bupati.
Penyerahan keputusan ini diharapkan menjadi titik tolak transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Jember, yang lebih responsif, cepat, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (*)
| Pewarta | : M Abdul Basid |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |