TIMES JEMBER, JEMBER –
Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan penanganan darurat terhadap bencana tanah longsor yang melanda pemukiman warga di Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Senin (19/1/2026).
Insiden yang terjadi di Jl. Moch. Sroedji No. 7 tersebut dilaporkan mengancam struktur bangunan milik Endang Wahyuni (76).
Longsoran dengan dimensi panjang 30 meter dan tinggi 20 meter ini terjadi setelah hujan lebat memicu ketidakstabilan tanah di area tersebut sejak Minggu pagi.
Dampak dari pergerakan tanah menyebabkan pondasi bagian belakang rumah korban dalam kondisi menggantung.
Tekanan tanah yang bergeser juga memicu retakan signifikan pada dinding dan lantai bangunan.
Meski tidak ada korban jiwa, potensi longsor susulan tetap tinggi karena pergerakan tanah dilaporkan masih berlangsung secara perlahan.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menyatakan bahwa tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lokasi sejak pukul 09.30 WIB untuk melakukan kaji cepat (assessment) dan langkah mitigasi.
"Kami telah mendistribusikan dan memasang dua lembar terpal berukuran besar untuk menutup rekahan tanah. Langkah ini krusial untuk mencegah air hujan masuk langsung ke dalam celah tanah (infiltrasi) yang dapat memicu longsoran yang lebih besar," ujar Edi, Senin (19/1/2026).
BPBD Jember telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk merencanakan pembangunan dinding penahan tanah (plengsengan) permanen guna menstabilkan kembali struktur tanah di lokasi.
"Sebagai langkah pengamanan, BPBD mengeluarkan beberapa imbauan, yakni pemilik rumah diminta mengosongkan area belakang rumah dan memindahkan aktivitas ke bagian bangunan yang lebih aman," ungkap Edi.
"Masyarakat diimbau tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama yang tinggal di kawasan lereng dan tebing dan Warga diminta segera melaporkan setiap temuan rekahan tanah sekecil apa pun kepada perangkat desa atau BPBD setempat," imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Jember terus memantau titik-titik rawan bencana di seluruh wilayah guna memastikan keselamatan warga di tengah kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut. (*)
| Pewarta | : M Abdul Basid |
| Editor | : Dody Bayu Prasetyo |