Satu Tahun jadi Bupati Jember, Ini Harapan Warga kepada Fawait
Genap satu tahun jadi Bupati Jember, Muhammad Fawait dinilai memberikan harapan baru bagi pengelolaan ruang publik.
JEMBER –
Genap satu tahun jadi Bupati Jember, Muhammad Fawait dinilai memberikan harapan baru bagi pengelolaan ruang publik.
Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Abdul, warga Jember Kidul, Kaliwates saat dimintai komentar tebtang setahun pemerintahan Bupati Fawait.
"Kami merasakan penataan (kota, Red) di Kaliwates kini lebih humanis. Trotoar lebih ramah pejalan kaki dan penerangan jalan umum (PJU) mulai menjangkau gang-gang pemukiman," ujar Abdul saat ditemui pada Jumat (20/2/2026).
Namun, ia juga memberikan catatan kritis terkait keberlangsungan ekonomi mikro.
"Harapan kami, gus Fawait tidak hanya mempercantik kota secara visual, tapi juga memastikan pasar-pasar tradisional dan PKL diberikan ruang yang layak agar perputaran uang tetap di rakyat kecil," ujar Abdul.
Hal senada juga dikatakan, Gusti, warga Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.
Dia menilai bahwa perbaikan akses jalan antarkecamatan telah mempermudah mobilitas warga.
"Dulu jalanan menuju area persawahan dan antardesa banyak yang lubang, sekarang sudah mulai mulus. Ini penting bagi kami di Tanggul yang mayoritas adalah petani dan pedagang," jelas Gusti.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar di tahun kedua adalah ketersediaan pupuk.
"Infrastruktur sudah oke, sekarang kami menunggu gebrakan gus Fawait dalam menjamin ketersediaan pupuk subsidi dan stabilitas harga gabah. Itu nyawa kami di desa," imbuhnya.
Sementara itu, di wilayah Kencong, aspek pelayanan birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan utama.
Hirna, seorang warga Kencong, mengapresiasi kemudahan pengurusan dokumen kependudukan yang kini bisa diselesaikan lebih dekat dengan warga.
"Dulu apa-apa harus ke pusat kota, sekarang di kecamatan sudah jauh lebih responsif. Sebagai ibu, saya juga mengamati program beasiswa yang digulirkan. Kami berharap gus Fawait konsisten menambah kuota beasiswa untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di pelosok seperti Kencong ini," ungkap Hirna penuh harap.
Kendati banyak yang mengapresiasi, Bupati Jember Fawait belum dapat berpuas diri.
Angka kemiskinan yang masih tinggi di Jember, menjadi salah satu tugas rumah yang masih menghantui pemerintahan Fawait sejak awal dirinya menjabat.
Dalam berbagai kesempatan, Fawait meminta dukungan masyarakat untuk merealisasikan program-programnya yang dianggap berpihak pada rakyat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.




