Satgas Bergerak Cepat, Operasional SPPG Jember Dihentikan Sementara Akibat Dapur Tak Penuhi Standar Nasional
Satgas MBG Jember akan menutup sementara SPPG yang diduga menyebabkan sejumlah siswa penerima MBG keracunan. (Foto: M. Abdul Basid/ TIMES Indonesia)

Satgas Bergerak Cepat, Operasional SPPG Jember Dihentikan Sementara Akibat Dapur Tak Penuhi Standar Nasional

Tim Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember menutup SPPG yang bertanggung jawab atas pasokan makanan menyusul kasus keracunan yang dialami siswa penerima MBG.

TIMES Jember,Kamis 21 Mei 2026, 13:35 WIB
279
M
M Abdul Basid

TIMESINDONESIA Menanggapi insiden dugaan keracunan makanan yang dialami oleh sejumlah siswa sekolah, Tim Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember bersama tim kecamatan langsung bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

Langkah taktis ini diambil untuk meninjau langsung kelayakan operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pasokan makanan tersebut.

Dari hasil peninjauan awal di lokasi, Tim Satgas menemukan adanya pelanggaran serius terkait infrastruktur pengolahan makanan. Fasilitas dapur di SPPG tersebut dinilai jauh dari standarisasi kelayakan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami dari Satgas MBG Kabupaten Jember turun langsung ke lapangan begitu menerima laporan terkait dugaan keracunan ini. Setelah kami tinjau bersama tim kecamatan, standarisasi untuk fasilitas dapurnya memang masih sangat kurang dan tidak sesuai dengan harapan BGN," tegas Indra Tri Purnomo, perwakilan Tim Satgas MBG Kabupaten Jember, Kamis (21/5/2026).

Terkait penyebab pasti terjadinya keracunan, Satgas MBG tidak ingin berspekulasi dan memilih menunggu hasil uji laboratorium resmi. Saat ini, sampel makanan yang diduga kuat menjadi pemicu gangguan kesehatan siswa telah diamankan oleh Dinas Kesehatan setempat bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan penelusuran awal, pihak Satgas mengidentifikasi adanya dua jenis menu ayam suwir yang disajikan pada hari kejadian.

"Satu jenis makanan dipastikan tidak ada masalah. Namun, satu jenis ayam suwir lainnya yang didistribusikan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) diduga kuat bermasalah. Sementara untuk pasokan di tingkat SMP, sejauh ini terpantau aman," urai Indra.

Selain faktor menu, tim di lapangan juga menemukan beberapa sarana pengolahan yang dinilai tidak higienis dan menggunakan material yang rentan memicu kontaminasi bakteri pada makanan. Salah satu pelanggaran fatal yang disorot adalah sistem penyaringan limbah dapur.

"Kami menemukan komponen grease trap (penyaring lemak) yang tidak sesuai regulasi. Aturan ketatnya wajib menggunakan bahan stainless steel demi menjaga higienitas, namun di lapangan kami menemukan mereka menggunakan bahan besi yang rawan berkarat. Hal-hal mikro seperti ini sangat berbahaya karena bisa memicu kontaminasi silang pada makanan," jelas Muhammad Ishomudin, yang hadir mewakili Kepala dan Kasubag Tim Komite Pemantau Program Gizi (KPPG) Jember.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan perlindungan terhadap keselamatan anak-anak sekolah, manajemen KPPG Jember memastikan tindakan tegas telah diambil.

Seluruh aktivitas di SPPG yang melanggar tersebut resmi dihentikan sementara waktu.

"Untuk keputusannya, operasional SPPG ini sementara pasti diberhentikan. Penutupan ini berlaku sampai hasil uji laboratorium makanan keluar dan seluruh fasilitas dapur diperbaiki total sesuai standar. Setelah mereka siap dan memenuhi syarat, silakan mengajukan laporan kembali untuk diverifikasi ulang," kata Ishomudin dengan tegas.

Di sisi lain, Satgas MBG Jember tengah menyusun laporan komprehensif yang mengombinasikan temuan dari Dinas Kesehatan, tim pelaksana lapangan, serta KP-PK (Komite Pemantau Program Kemitraan) untuk segera diteruskan ke tingkat pusat.

Mengenai sanksi permanen seperti pembekuan izin operasional (suspend) jangka panjang, hal tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan penuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Komitmen Keselamatan Pangan Anak Sekolah

Insiden ini menjadi alarm keras sekaligus barometer evaluasi bagi seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Jember.

Satgas MBG menegaskan tidak akan menoleransi kelalaian sekecil apa pun yang mengancam kesehatan generasi muda.

Ke depan, pengawasan ketat akan terus ditingkatkan, mencakup aspek.

 • Kualitas dan Kuantitas Bahan Baku: Memastikan rantai pasok makanan segar dan bebas kontaminan.

 • Kelayakan Bangunan dan Sanitasi: Menjamin kebersihan mutlak pada area memasak.

 • Sistem Pengelolaan Limbah (IPAL): Memastikan seluruh sarana penunjang menggunakan material anti-karat (stainless steel).

Melalui evaluasi total ini, seluruh pihak berkomitmen agar Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Jember dapat berjalan dengan aman, higienis, dan memberikan dampak positif yang optimal bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.