Kisah Pak Toli, Kader Posyandu Desa Sumberjeruk yang Mengabdi Lebih dari Tiga Dekade
Pak Toli salah satu kader posyandu yang berada di desa sumberjeruk, kecamatan Kalisat. (Foto: M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

Kisah Pak Toli, Kader Posyandu Desa Sumberjeruk yang Mengabdi Lebih dari Tiga Dekade

Di usia yang telah menginjak 62 tahun, semangat pengabdian pak Toli bagi masyarakat Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat tidak menunjukkan tanda-tanda meredup.

TIMES Jember,Senin 9 Maret 2026, 17:14 WIB
268
M
M Abdul Basid

JEMBER

Di usia yang telah menginjak 62 tahun, semangat pengabdian pak Toli bagi masyarakat Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat tidak menunjukkan tanda-tanda meredup.

Meski secara administratif telah memasuki masa pensiun dari jabatannya sebagai staf urusan keuangan desa pada tahun 2024, sosok yang akrab disapa Pak Toli ini tetap aktif menjalankan perannya sebagai kader Posyandu.

​Perjalanan pengabdian Pak Toli dimulai jauh pada tahun 1989, saat ia pertama kali menjabat sebagai perangkat desa.

Sejak saat itu, ia terlibat aktif dalam menggerakkan masyarakat melalui program-program kesehatan di Posyandu.

Menariknya, Pak Toli mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun pertama masa baktinya, ia bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji. ​

"Mulai tahun '89 itu saya belum ada gajinya. Saya dipertahankan terus, alhamdulillah sekarang sudah ada insentif sekitar 300 ribu per bulan. Pertama kali digaji itu sekitar tahun 2000, mulainya dari 50 ribu Rupiah," kenang Pak Toli dengan nada syukur, Senin (9/3/2026).

​Keputusan Pak Toli untuk tetap aktif meski sudah memasuki usia senja didasari oleh dua hal utama: panggilan jiwa untuk beribadah dan permintaan langsung dari pimpinan desa.

​"Pertama, saya ingin mencari pahala. Kapan pun dibutuhkan, saya tetap jalan. Kedua, pak kepala desa sendiri yang meminta agar saya jangan pensiun dulu dari kader. Tenaga dan ilmu saya untuk menggerakkan masyarakat masih sangat dibutuhkan di sini," tambahnya.​

Sebagai sosok senior, Pak Toli kini memegang peran krusial sebagai pembina bagi kader-kader muda di Desa Sukorno.

Ia berharap pengalaman yang dimilikinya selama lebih dari 30 tahun dapat diturunkan kepada generasi penerus agar program kesehatan masyarakat di desa tersebut tetap berjalan optimal.

Ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan desa.

Baginya, kebahagiaan sejati terletak pada kemampuannya untuk tetap bermanfaat bagi orang lain dan memastikan tongkat estafet pengabdian di Desa sumberjeruk terus berlanjut.

​Desa Sumberjeruk merupakan desa yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program kesehatan dasar seperti Posyandu, yang mengedepankan kolaborasi antara perangkat desa senior dan kader-kader muda untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.