Dispendukcapil Jember Target Cetak KTP-el untuk 16 Ribu Pemilih Pemula
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember menargetkan untuk menyelesaikan pembuatan KTP elektronik (KTP-el) bagi 16.000 warga kategori pemilih pemula.
JEMBER –
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember menargetkan untuk menyelesaikan pembuatan KTP elektronik (KTP-el) bagi 16.000 warga kategori pemilih pemula.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dispendukcapil Jember Bambang Saputro dalam keterangannya yang diterima media ini, Rabu (25/3/2026).
Bambang mengatakan, secara umum target tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah yakni Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan (Peta Cinta).
Dia menerangkan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan aktif melakukan jemput bola, yakni membuka pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di berbagai lokasi strategis.
Tim teknis, lanjutnya, dikerahkan setiap hari untuk melakukan perekaman KTP-el di lokasi.
Sasaran utamanya adalah para siswa SMA dan santri di berbagai pondok pesantren yang telah genap berusia 17 tahun.
"Kami hadir langsung di sekolah-sekolah dan pesantren. Bahkan, bagi warga yang sedang terbaring sakit di rumah sakit, lansia terlantar, hingga penyandang disabilitas di pelosok kampung, petugas kami yang akan mendatangi rumah mereka. Pelayanan ini sepenuhnya gratis," jelasnya.
Untuk diketahui, program Peta Cinta diluncurkan pada 5 Januari 2026 lalu.
Program itu dimaksudkan untuk memangkas rantai birokrasi maupun waktu dalam kepengurusan adminduk yang panjang di Jember.
Bambang menjelaskan, sebelumnya pencetakan KTP-el hanya bisa dilakukan di 9 titik, sekarang tersedia di 28 kantor kecamatan.
Khusus untuk tiga kecamatan di wilayah kota, pelayanan dipusatkan di Kantor Dispendukcapil Jember
Bambang juga mengatakan, setiap kecamatan kini diperkuat oleh dua pegawai khusus dan dilengkapi perangkat perekaman serta pencetakan yang mumpuni.
Melalui dukungan anggaran hibah ke pemerintah pusat, Pemkab Jember mengamankan ketersediaan 68.000 blangko e-KTP untuk menjamin kelancaran cetak bagi masyarakat.
"Masyarakat Jember sekarang tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota. Cukup ke kantor kecamatan masing-masing, KTP bisa langsung jadi," ujarnya.
Data menunjukkan efektivitas yang signifikan sejak Peta Cinta digulirkan.
Pada fase awal, jumlah warga yang mengurus dokumen kependudukan mencapai 1.500 hingga 2.000 orang per hari.
Namun, per 25 Maret 2026, angka tersebut melandai ke kisaran 700 hingga 1.000 pemohon setiap harinya.
"Penurunan angka antrean ini bukan berarti minat masyarakat berkurang, justru sebaliknya. Ini bukti bahwa sebagian besar warga sudah terlayani dengan cepat dan tuntas di tingkat kecamatan. Penumpukan massa di kantor pusat pun kini berhasil kami urai," tambah Bambang.
Tak hanya KTP-el, inovasi Peta Cinta juga mencakup pengurusan dokumen penting lainnya seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian, hingga Kartu Identitas Anak (KIA). Seluruh proses dipastikan berjalan transparan tanpa dipungut biaya sepeser pun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

