Bupati Jember Pimpin Kerja Bakti Massal di Pantai Watu Ulo dan Papuma, Gandeng Ratusan Pelajar
Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin kerja bakti massal di kawasan Pantai Watu Ulo dan Pasir Putih Malika (Papuma), Sabtu (7/6/2026).
JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin kerja bakti massal di kawasan Pantai Watu Ulo dan Pasir Putih Malika (Papuma), Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel dari TNI dan Polri serta ratusan pelajar.
Di lokasi kegiatan, Fawait menekankan bahwa Jember dianugerahi garis pantai terpanjang kedua di Jawa Timur.
Namun, potensi luar biasa ini seringkali terkendala oleh masalah klasik, yaitu sampah.
Menurutnya, kebersihan bukan sekadar masalah estetika, melainkan wajah Indonesia di mata wisatawan internasional.
"Kita tahu Jember punya kekayaan alam luar biasa, tapi kadang wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merasa kecewa dengan kondisi kebersihan pantai kita," ujar Fawait.
Fawait menjelaskan, kegiatan yang juga melibatkan pelajar tersebut bertujuan untuk menanamkan budaya cinta lingkungan sejak dini kepada generasi muda.
"Ini adalah bagian dari pembangunan karakter yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti," tambahnya.
Dia juga menerangkan, pemerintah tengah menyusun langkah taktis dan strategis untuk mengatasi masalah sampah secara permanen.
"Pemkab telah memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun peta jalan penanggulangan sampah yang jelas. Program kebersihan dan lingkungan hidup akan diperkuat secara signifikan pada Anggaran Perubahan 2026 dan APBD murni tahun 2027," ungkapnya.
Fawait optimistis dalam 4 - 5 tahun ke depan, Jember akan bertransformasi menjadi kabupaten yang jauh lebih bersih dan ramah lingkungan.
Selain fokus pada sampah, Fawait juga menyoroti kesemrawutan kota.
Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab mulai melakukan audit terhadap papan reklame dan jaringan kabel udara.
"Kami sedang memetakan billboard mana yang berizin dan mana yang tidak. Yang melanggar aturan akan segera kami bersihkan. Selain itu, kami punya rencana jangka panjang untuk memindahkan kabel-kabel yang berserakan di atas ke dalam tanah (underground cabling)," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


