Bupati Jember Gus Fawait: Mahasiswa Harus Berani Kritik Pemerintah
Mahasiswa yang hadir dalam forum Silaturahmi di pendapa kabupaten Jember. (Foto : M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

Bupati Jember Gus Fawait: Mahasiswa Harus Berani Kritik Pemerintah

Bupati Jember Muhammad Fawait bertemu organisasi kepemudaan dan BEM se-Jember, membuka ruang kritik mahasiswa untuk mengawal pembangunan serta menekan kemiskinan hingga 2029.

TIMES Jember,Minggu 8 Maret 2026, 11:01 WIB
454
M
M Abdul Basid

JEMBERBupati Jember Muhammad Fawait melakukan pertemuan silaturahmi dengan berbagai organisasi kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember.

Dalam forum tersebut, bupati menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memberikan masukan objektif dan solusi kreatif bagi pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa dirinya sengaja membuka ruang dialog ini agar tidak terjebak dalam "laporan asal bapak senang" dari jajaran birokrasi.

"Saya butuh ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa yang cara berpikirnya biasanya out of the box. Jangan sampai saya cuma dapat laporan yang baik-baik saja dari jajaran OPD, sementara di bawah ada kejadian yang tidak saya ketahui," tegas Fawait. Minggu (8/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menceritakan latar belakangnya sebagai mantan aktivis yang akhirnya terpilih melalui jalur legislatif dengan suara terbanyak untuk kategori DPRD Provinsi se-Indonesia. Namun, ia memilih meninggalkan zona nyaman tersebut demi membenahi tanah kelahirannya.

Selain itu, ia mengungkapkan kondisi Jember saat awal menjabat sangat menantang, di antaranya angka kemiskinan, krisis kesehatan dan masalah stunting.

"Jember tercatat memiliki angka kemiskinan absolut terbanyak kedua di Jawa Timur dan kemiskinan ekstrem (kaum fakir) tertinggi di Jawa Timur dan terdapat utang sektor kesehatan sebesar Rp214 miliar, tiga rumah sakit daerah hampir kolaps, dan cadangan oksigen yang saat itu sangat terbatas," ungkap pria yang akrab disapa Gus Fawait.

"Angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi yang masih tinggi, yang menurutnya berbanding lurus dengan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Guna mengatasi krisis keuangan, Pemkab Jember melakukan efisiensi besar-besaran terhadap APBD. "Mobil-mobil baru untuk OPD kita batalkan, belanja yang tidak penting dan seminar-seminar kita kurangi demi mengalihkan dana ke pelayanan masyarakat," jelasnya.

Gus Fawait juga menyoroti efektivitas program bantuan seperti Pemberian Makanan Bergizi (MBG) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia berjanji akan terus memperbaiki sistem penyaluran agar tepat sasaran dan mengajak mahasiswa ikut serta dalam pengawasan. "Kalau ada dapur (penyedia makanan) yang nakal atau memberikan makanan tidak layak, laporkan! Kita sudah mensuspensi tiga dapur yang bermasalah," bebernya.

Di akhir pernyataannya, Gus Fawait menegaskan bahwa indikator keberhasilan pemerintahannya hingga tahun 2029 nanti adalah penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

"Tujuan kita berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan, dan kesejahteraan itu diukur dari angka kemiskinan. Silakan adik-adik mahasiswa mengkritisi saya dengan ukuran tersebut," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.