Pemkab Jember Gelar Gerakan Indonesia Asri, Fokus pada Estetika Kota dan Kelancaran Arus Mudik
Petugas gabungan yang sedang melakukan pembersihan trotoan. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)

Pemkab Jember Gelar Gerakan Indonesia Asri, Fokus pada Estetika Kota dan Kelancaran Arus Mudik

Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember resmi meluncurkan rangkaian Gerakan Indonesia Asri.

TIMES Jember,Selasa 10 Maret 2026, 13:44 WIB
184
M
M Abdul Basid

JEMBERMenjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember resmi meluncurkan rangkaian Gerakan Indonesia Asri.

Aksi serentak ini dirancang untuk memastikan wilayah perkotaan hingga penyangga tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun pemudik yang akan datang.

Kepala DPRKPLH Jember, Jupriono menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari program kebersihan dan pelayanan publik yang telah dilakukan secara berkala.

Namun, kali ini intensitasnya ditingkatkan dengan melibatkan penertiban ruang jalan dan pengaturan lalu lintas secara masif.

Fokus utama dari gerakan ini adalah menciptakan keselarasan antara keindahan kota dan kelancaran mobilisasi warga.

Jupriono memaparkan bahwa tim di lapangan tidak hanya fokus pada penyisiran sampah, tetapi juga pada penataan titik-titik yang berpotensi menjadi pusat kemacetan.

"Kami melakukan penertiban secara serempak, mulai dari kebersihannya, ketertiban umum, hingga kelancaran lalu lintasnya. Semua ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Jupriono dalam keterangannya. Selasa (10/3/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menetapkan tenggat waktu yang ketat untuk kegiatan penataan ini.

Seluruh proses penertiban dan pengaturan jalan ditargetkan selesai pada 19 Maret 2026.

"Kami batasi sampai tanggal 19, karena jika sudah memasuki tanggal 20, arus mudik lebaran diprediksi mulai meningkat. Kami tidak ingin kegiatan penataan ini justru mengganggu kenyamanan orang yang sedang mudik," tambah Jupriono.

Terdapat 10 titik pengaturan di area kota, termasuk kawasan Tawangmangu, Ajung, hingga Kalisat.

Pembersihan dan penataan keindahan dimulai dari jalur protokol Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Gajah Mada dan sekitarnya.

Mengenai penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), Jupriono menekankan bahwa pemerintah mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

Pihaknya berharap para pedagang dapat bekerja sama untuk menjaga ketertiban tanpa perlu adanya tindakan represif.

"Langkah awal tentu persuasif. Saya sangat yakin masyarakat Jember adalah warga yang tertib dan kooperatif dalam menjaga kota kita tercinta," tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.