Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN Jadi Influencer untuk Promosikan Potensi Daerah
Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait menggerakkan 22.000 ASN menjadi 'duta digital' untuk mempromosikan potensi daerah setiap hari Jumat.
Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait terus meluncurkan terobosan inovatif dalam mempercepat roda pembangunan ekonomi daerah.
Mengingat persaingan antardaerah yang semakin ketat dalam menarik investasi dan kunjungan wisatawan, Pemkab Jember mengambil langkah dengan memanfaatkan kekuatan era digital secara masif.
Bupati Jember menggerakkan sekitar 22.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab untuk bertransformasi menjadi ‘duta digital’ atau influencer. Mereka bertugas mempromosikan seluruh potensi, prestasi, dan kabar positif tentang Kabupaten Jember di jejaring media sosial.
Plh. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengungkapkan bahwa strategi ini lahir dari pola pikir modern sang kepala daerah. Sebagai bupati termuda sepanjang sejarah Jember, Muhammad Fawait menyadari bahwa persepsi publik saat ini banyak ditentukan oleh informasi di media digital.
"Bupati melihat media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen strategis untuk membangun reputasi daerah. Jika 22 ribu ASN secara serempak membagikan kabar baik seputar Jember, kita sedang membangun algoritma positif yang kuat di internet," ujar Gatot, Minggu (7/6/2026).
Menurut Gatot, dominasi informasi positif di berbagai platform media sosial diyakini akan menjadi daya tarik yang kuat bagi pihak luar.
"Ketika iklim informasi digital tentang Jember dipenuhi oleh narasi yang produktif, aman, dan prospektif, maka para wisatawan tidak akan ragu untuk berkunjung, dan para investor akan memiliki keyakinan penuh untuk menanamkan modalnya di Jember," ungkap Gatot.
Teknis gerakan digital ini dilakukan setiap hari Jumat. Seluruh ASN Pemkab Jember diminta secara sukarela mengunggah atau membagikan ulang (repost) berita resmi dan informasi publik yang bermanfaat melalui akun media sosial pribadi masing-masing. Informasi yang disebarkan mencakup program layanan masyarakat, potensi UMKM, destinasi wisata, hingga peluang investasi di Jember.
"Tugasnya tidak rumit, para ASN diminta menjadi jembatan informasi. Kami tidak hanya sekadar membagikan konten, tetapi sedang diajarkan untuk membangun rasa kepemilikan dan kecintaan yang tinggi (sense of belonging) terhadap Jember," imbuh Gatot.
Guna memastikan program ini berjalan secara terukur, Pemkab Jember melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap efektivitas gerakan ini di lapangan. Di sisi lain, kebijakan ini juga diimbangi dengan perhatian bupati terhadap kesejahteraan para abdi negara tersebut.
Di tengah situasi nasional di mana banyak pemerintah daerah melakukan rasionalisasi anggaran dan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Bupati Jember berkomitmen menjaga agar TPP seluruh ASN di Pemkab Jember tetap utuh tanpa ada pengurangan.
"Hak-hak pegawai dijaga dengan sangat baik oleh Bupati. Maka dari itu, sudah sepatutnya para abdi negara mengimbangi niat baik pemimpinnya. Ini adalah simbiosis mutualisme, di mana semangat membangun daerah yang ditunjukkan bupati, direspons dengan loyalitas dan kerja nyata oleh para ASN," tegas Gatot.
Gatot optimistis, dengan keterlibatan aktif puluhan ribu ASN dalam ekosistem digital ini, Kabupaten Jember akan semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Sinergi antara kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pegawai dan inovasi digital ini diharapkan mampu membawa lompatan besar bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember secara keseluruhan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

