Urai Benang Kusut Kemiskinan di Jember, Gus Fawait: Verval Data Tak Sekadar Tugas Administratif
Kabupaten Jember kini berada di persimpangan jalan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Bupati Jember Muhammad Fawait.
JEMBER –
Kabupaten Jember kini berada di persimpangan jalan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Bupati Jember Muhammad Fawait.
Dalam sebuah diskusi interaktif yang tajam dan emosional bertajuk 'Wadul Gus'e Malam' pada Minggu (19/4/2026), ia secara terbuka membedah alasan di balik status 'Darurat Kemiskinan' yang disematkan pada wilayahnya.
Gus Fawait juga memaparkan mengapa peran Aparatur Sipil Negara (ASN) kini menjadi kunci utama dalam pertempuran melawan ketimpangan ekonomi ini.
Acara yang dipandu Ning Niha ini menyoroti kebijakan kontroversial namun strategis: Pelibatan langsung ASN dalam proses Verifikasi dan Validasi (Verval) data kemiskinan.
Gus Fawait menggarisbawahi bahwa selama ini program pengentasan kemiskinan seringkali meleset dari sasaran akibat data yang tidak sinkron dengan realitas di lapangan.
"Kita tidak bisa mengobati penyakit jika diagnosanya salah. Selama ini, data kemiskinan seringkali menjadi titik lemah. Dengan melibatkan ASN dalam Verval, kita ingin ada akuntabilitas dan objektivitas yang lebih tinggi. Ini bukan sekadar urusan angka, ini urusan perut rakyat," tegasnya.
Pertanyaan kritis mengenai beban kerja ASN yang bertambah dijawab dengan lugas. Menurut Gus Fawait, pelibatan ASN dalam Verval memiliki tiga tujuan utama yakni Integritasi data dan akselerasi program serta kepekaan sosial.
Untuk itu, ia memandang penting strategi untuk meminimalisir intervensi kepentingan sepihak di tingkat akar rumput yang sering menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.
Selain itu, dengan keterlibatan birokrasi yang solid, pembaruan data dapat dilakukan secara real-time untuk merespons dinamika ekonomi warga.
"Serta mendorong ASN untuk turun langsung melihat realitas kemiskinan, sehingga kebijakan yang dibuat ke depan memiliki empati dan berbasis fakta lapangan," jelasnya.
Status 'Darurat Kemiskinan' yang diangkat dalam diskusi ini bukan bertujuan untuk menciptakan pesimisme, melainkan sebagai alarm bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berhenti bekerja dalam silosekat masing-masing.
"Jember memiliki potensi luar biasa, dari sektor pertanian hingga pariwisata. Namun, jika kemiskinan masih tinggi, berarti ada yang salah dalam distribusi kesejahteraan. Verval data oleh ASN adalah langkah awal dari revolusi data yang sedang kita bangun," tambah Gus Fawait. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

