Bupati Fawait Tinjau Hasil Bedah Rumah 2025, Targetkan 1.000 Unit RTLH
Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyerahkan bantuan ke salah satu penerima RTLH di Kecamatan Panti. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)

Bupati Fawait Tinjau Hasil Bedah Rumah 2025, Targetkan 1.000 Unit RTLH

Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mengentaskan kemiskinan melalui penyediaan hunian layak terus dipacu.

TIMES Jember,Rabu 15 April 2026, 16:12 WIB
586
M
M Abdul Basid

JEMBER

Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mengentaskan kemiskinan melalui penyediaan hunian layak terus dipacu.

Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau hasil program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2025, Rabu (15/4/2026).

​Dalam kunjungannya, Fawait menyaksikan langsung transformasi rumah warga yang sebelumnya tidak layak menjadi hunian yang kokoh dan sehat.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Jember telah berhasil menyelesaikan perbaikan sekitar 200 unit rumah.

Angka ini diklaim sebagai salah satu pencapaian pembangunan RTLH terbanyak dalam sejarah Kabupaten Jember.

​"Alhamdulillah, kami melihat masyarakat sangat bahagia dan merasa terbantu. Ini adalah komitmen kami agar warga Jember tidak hanya punya rumah, tapi punya hunian yang memanusiakan mereka," ujar Fawait di sela-sela peninjauan.

​Tidak berhenti di angka 200, Fawait mengumumkan target yang jauh lebih ambisius untuk tahun anggaran 2026.

Dia menargetkan perbaikan hingga 1.000 unit rumah bagi warga kurang mampu di seluruh Kabupaten Jember.

​Loncatan target yang signifikan ini diambil karena menyadari bahwa rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial.

Menurutnya, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, melainkan kunci dari rumah yang bersih dan berventilasi baik mengurangi risiko penyakit.

"Lingkungan rumah yang nyaman mendukung tumbuh kembang anak-anak Jember agar lebih berprestasi dan rumah menjadi tempat kembali yang tenang bagi setiap warga setelah bekerja seharian" ungkapnya.

​Menariknya, program RTLH tidak hanya memberikan bantuan berupa material bangunan.

Pemkab Jember mengusung konsep bantuan terpadu untuk memastikan warga dapat langsung menempati rumah dengan nyaman.

​Selain perbaikan fisik rumah, warga juga menerima berbagai bantuan tambahan, di antaranya bantuan berupa kasur, pakaian, hingga alat-alat dapur agar warga tidak perlu terbebani biaya pengisian rumah.

"Selain kasur kami juga menyerahan paket sembako untuk mencukupi kebutuhan pokok harian dan pembagian kue-kue dan paket bantuan bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan sebagai bentuk kerukunan sosial," jelas Fawait.

​Fawait menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan telah dicek secara teknis dan dipastikan sesuai dengan harapan serta kebutuhan masyarakat.

Ia memohon doa dan dukungan dari seluruh warga agar rencana besar di tahun 2026 dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan.

​"Rumah adalah kebutuhan pokok. Apapun aktivitas kita di luar, pasti akan pulang ke rumah. Maka, rumah yang layak akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jember secara keseluruhan," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.