Bupati Jember Muhammad Fawait Apresiasi Petani Jaga Transparansi Bantuan Kementan
Inspektorat Jenderal Kementan menilai Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah terbaik dalam akuntabilitas penyaluran bantuan pertanian. Bupati Muhammad Fawait mengapresiasi sinergi petani, TNI, dan Polri, serta menegaskan komitmen perluasan lahan
Jember –
Kabupaten Jember kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama pertanian nasional yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam tata kelola birokrasi.
Berdasarkan hasil pengawasan komprehensif yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Kabupaten Jember dinilai sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia dalam aspek akuntabilitas, transparansi, dan keamanan penyaluran bantuan sektor pertanian kepada kelompok tani (poktan).
Apresiasi terhadap capaian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Langkah pengawasan di lapangan ini didampingi penuh oleh unsur TNI dan Polri dari jajaran Kodim serta Polres setempat, sebagai wujud nyata dari komitmen Satgas Pendampingan Ketahanan Pangan Daerah.
Di saat beberapa wilayah di Indonesia tengah menghadapi berbagai dinamika, kendala administratif, hingga polemik penyaluran bantuan operasional pertanian, Kabupaten Jember justru menunjukkan performa yang bertolak belakang. Integritas aparatur yang dikombinasikan dengan kedisiplinan para petani menjadi kunci utama keberhasilan ini. Pola serapan bantuan stimulan di Jember dipastikan 100 persen berjalan bersih dan sesuai regulasi.
Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen petani yang telah menjaga marwah daerah.
"Alhamdulillah, Jember adalah salah satu kabupaten yang mendapatkan bantuan kepada kelompok-kelompok tani, dan yang salah satu paling aman dan sesuai amanah adalah Kabupaten Jember. Terima kasih para kelompok tani dan para petani yang telah mendapatkan amanah tersebut," ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Ia menambahkan bahwa predikat "amanah" ini merupakan buah dari pengawasan berlapis dan ketat. Sinergi antara tim Irjen Kementan bersama penegak hukum dan instansi militer terbukti efektif menutup celah penyimpangan, sehingga memastikan bantuan langsung menyentuh para petani di tingkat tapak secara objektif.
Komitmen Perlindungan Lahan Melalui LP2B
Tidak hanya berfokus pada efektivitas tata kelola bantuan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Jember juga membuktikan visi jangka panjangnya dalam menjaga kedaulatan pangan melalui kebijakan tata ruang pertanian yang progresif. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah komitmen perlindungan lahan melalui skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Langkah ini diambil guna membentengi wilayah-wilayah pertanian produktif Jember dari ancaman masif alih fungsi lahan akibat arus modernisasi dan industrialisasi yang tidak terkendali. Kebijakan perluasan LP2B ini diakui terus mengalami tren positif demi menjamin ketersediaan area tanam bagi generasi mendatang.
"Terkait masalah luas lahan dan luas panen tentunya, saya punya komitmen yang jelas. Bahkan, sebelum era saya dan era saya hari ini, ada penambahan LP2B," tegas Gus Fawait.
Dengan perluasan wilayah LP2B yang terukur, Kabupaten Jember optimistis mampu mendongkrak total kapasitas produksi padi dan komoditas hortikultura unggulan lainnya secara nasional. Langkah strategis ini sekaligus menjadi jaminan bagi para pelaku usaha agribisnis bahwa Jember merupakan ekosistem investasi pertanian yang stabil, aman, dan berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

