Tengok Dampak Banjir Jember, Dinas PU Jatim Cek Jembatan Rusak
PU Bina Marga Jatim bersama Jajaran Pemkab Jember melakukan peninjauan jembatan yang rusak berada di desa Jubung, kecamatan Sukorambi. (Foto : M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

Tengok Dampak Banjir Jember, Dinas PU Jatim Cek Jembatan Rusak

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Edy Tambeng Widjaja menjelaskan bahwa banjir telah menyebabkan kerusakan signifikan.

TIMES Jember,Minggu 15 Februari 2026, 20:30 WIB
587
M
M Abdul Basid

JEMBER

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi infrastruktur yang rusak akibat diterjang banjir bandang, beberapa waktu lalu.

Langkah ini diambil untuk mempercepat proses asesmen dan perbaikan fasilitas publik yang vital bagi masyarakat.

​Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Edy Tambeng Widjaja menjelaskan bahwa banjir telah menyebabkan kerusakan signifikan.

Sedikitnya terdapat lima jembatan rusak.

Kerusakan ini mayoritas disebabkan oleh debit air yang sangat tinggi sehingga meluap melampaui konstruksi jembatan (overtopping).

​"Kami sudah melihat beberapa jembatan yang terdampak. Secara konstruksi sebenarnya tidak masalah, namun karena debit air yang luar biasa besar, jembatan-jembatan yang posisinya rendah terseret arus," ujar, Minggu (15/2/2026).

​Pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Termasuk memeriksa kekuatan pilar jembatan, untuk menentukan apakah diperlukan pembangunan ulang atau cukup perbaikan struktural.

Hasil pemeriksaan ini nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jatim untuk penanganan lebih lanjut.

​Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Ahmad Helmi Luqman memaparkan bahwa dampak banjir kali ini cukup luas.

Mencakup ribuan kepala keluarga (KK) serta lahan pertanian.

​"Ada sekitar 7.000 KK yang terdampak. Selain pemukiman, infrastruktur seperti dam, tiga jembatan, serta sekitar 500 hingga 1.000 hektare lahan pertanian juga mengalami kerusakan," ungkap Helmi.

​Ia juga menambahkan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang merupakan siklus tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

​Menindaklanjuti arahan Gubernur Jatim, Pemkab Jember terus berkoordinasi untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang mendesak.

Helmi menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, relawan, dan pemerintah telah disiagakan.

​"Kami telah menyiapkan posko bencana dan dapur umum di setiap kecamatan dan desa yang terdampak. Sesuai petunjuk BMKG, kewaspadaan akan terus ditingkatkan hingga 26 Februari mendatang mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Dody Bayu Prasetyo

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jember, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.