Gus Fawait Kukuhkan Pengurus Baru MUI Jember, Ajak Kolaborasi Entaskan Kemiskinan
Sinergi ini tidak hanya ditujukan untuk membina moral masyarakat di era digital, tetapi juga mengakselerasi pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar warga.
JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait mengajak seluruh jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember (MUI Jember) untuk membangun kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Jember (Pemkab Jember).
Sinergi ini tidak hanya ditujukan untuk membina moral masyarakat di era digital, tetapi juga mengakselerasi pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar warga.
Pesan tersebut disampaikan Gus Fawait dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus MUI Kabupaten Jember priode 2026-2031 yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawa Graha Pemkab Jember, Minggu (23/8/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut para ulama, kiai, akademisi, serta tokoh masyarakat se-Kabupaten Jember.
Di hadapan para ulama dan pimpinan pesantren, Gus Fawait mengekspresikan keresahannya terkait merosotnya etika publik di ruang digital.
Mengutip indikator dari lembaga riset, ia menyayangkan maraknya aksi caci maki dan ujaran kebencian di media sosial yang sering kali menyasar para pemimpin bangsa.
"Sebagai santri yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pondok pesantren, saya diajarkan oleh guru dan orang tua untuk senantiasa menghormati pemimpin. Memberi kritikan dan masukan itu boleh, bahkan wajib jika untuk kebaikan. Namun, kritis itu menyampaikan solusi, bukan mencaci maki atau menghina," ujar Fawait.
Ia menambahkan, ketidakstabilan narasi di media sosial dan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara tidak hanya merusak tatanan nilai, tetapi juga berdampak langsung pada indikator makroekonomi, seperti persepsi pasar, pergerakan nilai tukar, dan iklim investasi.
Oleh karena itu, Gus Fawait memohon bimbingan dan peran aktif MUI Jember untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda dan para santri, agar lebih bijak, santun, serta mengedepankan etika Islam Rahmatan lil 'Alamin dalam berinteraksi di dunia maya.
Dalam nada optimis yang diselingi kehangatan, Fawait mengapresiasi komposisi kepengurusan MUI Jember yang dinilai sangat solid dan lengkap.
Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang termasuk kalangan pengusaha hingga jajaran direksi BUMD diyakini akan membawa energi baru bagi organisasi.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk terus berjalan berdampingan dengan para ulama, memanfaatkan seluruh potensi daerah demi kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat luas.
Melanjutkan pemaparannya, Gus Fawait menyampaikan laporan kinerja dan fokus utama pemerintahannya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin secara absolut di Kabupaten Jember tercatat berada pada urutan kedua tertinggi di Jawa Timur selama satu dekade terakhir.
Kondisi ini berimplikasi langsung pada tingginya angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga dinamika sosial dan kriminalitas.
Menurutnya, tergerak oleh amanah orang tua dan cita-cita pengentasan kemiskinan, Pemkab Jember mengambil langkah konkret dengan merombak total sistem pelayanan publik dasar, khususnya di bidang kesehatan.
"Sehingga terhitung mulai 1 April, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh warga pemilik KTP Jember dapat mengakses layanan berobat gratis dan Layanan gratis ini berlaku di seluruh Puskesmas hingga Rumah Sakit Rujukan yang bekerja sama di wilayah Republik Indonesia," papar Gus Fawait.
"Kami Pemkab meyakini bahwa jaminan kesehatan yang merata merupakan pondasi utama untuk mengurangi beban hidup masyarakat berpenghasilan rendah dan menekan angka kemiskinan secara masif," tambahnya.
Melalui momentum pelantikan yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Gus Fawait berharap jalinan umara dan ulama di Kabupaten Jember dapat semakin erat.
Pemkab Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat, adil, dan transparan demi mewujudkan Kabupaten Jember yang sejahtera, bermartabat, dan religius. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

