Jember Championship 3 Resmi Dibuka, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Beasiswa dan Transformasi Ekonomi Melalui Pencak Silat
Pencak Silat Jember Championship 3 resmi dibuka dengan 800 peserta dari 7 provinsi. Bupati Jember Muhammad Fawait berkomitmen kawal pendidikan atlet berprestasi, dari jalur masuk sekolah hingga beasiswa dan peluang kerja.
JEMBER – Kabupaten Jember kembali mengukuhkan posisinya sebagai barometer bela diri nasional dengan digelarnya Pencak Silat Jember Championship 3. Kejuaraan bergengsi ini resmi dibuka hari ini, Sabtu (14/2/2026), dengan membawa misi besar yakni mengawinkan prestasi olahraga dengan jaminan masa depan pendidikan bagi para atlet.
Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Jember, Ahmad Halim, dalam laporannya mengungkapkan bahwa antusiasme tahun ini melonjak tajam. Sebanyak 800 peserta dari tujuh provinsi—mulai dari Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTB, hingga Jawa Timur—turut ambil bagian.
"Kami terpaksa membatasi jumlah peserta. Jika tidak, durasi pertandingan akan melampaui jadwal yang ditetapkan. Ini bukti bahwa Jember Championship telah menjadi magnet nasional bagi klub, perguruan silat, hingga institusi pendidikan ternama seperti Universitas Trisakti dan pondok pesantren besar seperti Nurul Jadid," ujar Ahmad Halim.
Ada terobosan administratif penting dalam gelaran tahun ketiga ini. Untuk pertama kalinya, piagam penghargaan bagi para juara ditandatangani langsung oleh Bupati Jember.
Langkah ini diambil agar sertifikat tersebut memiliki nilai strategis (kekuatan hukum) untuk jalur prestasi pendidikan.
Ahmad Halim menyampaikan beberapa poin desakan konkret kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember
Memohon agar juara tingkat SD hingga SMA mendapatkan rekomendasi khusus masuk ke sekolah favorit tujuan mereka dan Atlet IPSI berprestasi yang sedang menempuh studi tinggi diharapkan mendapat bantuan biaya pendidikan dari APBD.
Bagi peraih medali emas di ajang Porprov mendatang, diusulkan adanya apresiasi berupa kesempatan bekerja di lingkungan Pemkab, BUMD, atau RSUD di Jember.
"Kami ingin prestasi di gelanggang silat berbanding lurus dengan kesejahteraan masa depan. Atlet tidak boleh hanya berjuang di matras, tapi juga harus memiliki kepastian karier dan pendidikan," tegas Halim.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menyambut baik usulan tersebut dan langsung memberikan komitmen tegas. Beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan anak muda berprestasi berjuang sendirian.
"Bagi anak-anak kita yang berprestasi, pemerintah hadir untuk mengawal. Lulusan SD bebas pilih SMP, lulusan SMP kami kawal ke SMA pilihan, dan lulusan SMA akan menjadi prioritas utama beasiswa pendidikan tinggi dari Pemkab Jember," tegas Gus Fawait dalam sambutannya.
Selain aspek olahraga, Gus Fawait menyoroti dua dampak krusial lainnya. Kedatangan hampir 900 atlet beserta pendampingnya telah menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari okupansi perhotelan hingga peningkatan omzet UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
"Kompetisi resmi dipandang sebagai kanal positif untuk menyerap energi anak muda agar tidak terjebak dalam perilaku negatif seperti balap liar atau tawuran," ungkapnya.
Gelaran Jember Championship 3 dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan pengawasan ketat dari tim teknis IPSI untuk memastikan sportivitas dan kualitas teknis pertandingan tetap terjaga di level tertinggi.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




